Jonatan Christie Bakal Bangun Masjid dan Sekolah di Lombok

Jonatan Christie Bakal Bangun Masjid dan Sekolah di Lombok
Andhika Anggoro Wening | 05 September 2018 15:58 WIB
Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia peraih medali emas Asian Games 2018 Jonatan Christie melakukan penghormatan kepada bendera Merah Putih saat upacara penyerahan medali di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (28/8). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah telah mendistribusikan bonus bagi para peraih medali di ajang Asian Games 2018. Tak tanggung-tanggung, bonus sudah cair pada H-1 penutupan Asian Games. Tim bulutangkis Indonesia menerima bonus yang diserahkan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga RI Imam Nahrawi, di Kantor Kemenpora pada petang ini, Selasa (4/9).

Tak hanya penyerahan secara simbolik, bonus juga langsung dicairkan di kantor BRI di Gedung Kemenpora di hari yang sama. Para atlet terlihat menenteng piagam penghargaan, buku tabungan serta kartu ATM masing-masing.

Langkah cepat pemerintah ini diapresiasi oleh para pebulutangkis penerima medali.

"Kami berterima kasih dengan pemerintah yang sekarang. Bonus kami cepat cairnya, bisa H-1 penutupan langsung cair. Terima kasih kepada pak Jokowi, Pak Imam (Nahrawi) dan semua pihak yang sudah membantu mempercepat proses ini," kata Jonatan Christie, peraih medali emas tunggal putra Asian Games 2018.

"Saya berharap selanjutnya semoga tetap bisa seperti ini, ini sudah bagus banget, jarang banget bonus bisa langsung cair. Nilai penghargaannya pun luar biasa," tambah pebulutangkis yang biasa disapa Jojo ini.

Menerima bonus dengan total Rp. 1,8 Miliar, Jonatan pernah menyatakan niatnya untuk berbagi dengan korban gempa di Lombok. Hal ini ternyata benar-benar diwujudkan oleh Jonatan.

"Sepulang dari Korea Open, mungkin saya akan sempatkan satu hari datang langsung ke Lombok. Rencananya mau bangun sekolah dan masjid. Karena dua fasilitas ini bisa dipakai mayoritas penduduk Indonesia yang merupakan umat muslim, jadi mungkin ini bisa dimanfaatkan dengan baik di sana. Dan anak-anak usia sekolah juga banyak, makanya saya pikir sekolah darurat itu penting untuk mereka. Nanti kalau sudah jadi, saya juga mau datang lagi untuk melihat hasil pembangunannya," jelas Jonatan.

Selain disumbangkan, Jonatan ternyata juga punya keinginan untuk menggunakan bonusnya untuk berinvestasi properti.

"Sekarang sih saya belum punya rumah, mungkin nanti kalau juara lagi, ha ha ha. Sekarang baru ada apartemen. Mobil pun sekarang punya yang biasa saja, belum mau ganti yang bagaimana-bagaimana. Suatu saat nanti saya mau investasi properti kalau memang memungkinkan," ungkapnya.

Tim bulutangkis Indonesia meraih delapan medali dari Asian Games 2018. Medali emas datang dari Jonatan dan pasangan ganda putra Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon. Perak direbut tim beregu putra serta pasangan ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto.

Empat perunggu diraih lewat tim beregu putri, Anthony Sinisuka Ginting, pasangan ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, pasangan ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu.

Sumber : Badminton Indonesia

Tag : bulutangkis
Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top