Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Biaya Penyelenggaran Asian Games 2018 sebesar Rp5,4 Triliun

Ketua INASGOC Erick Thohir mengatakan jumlah anggaran negara yang berhasil dihemat hampir Rp2 Triliun lebih.
Yusran Yunus
Yusran Yunus - Bisnis.com 02 September 2018  |  13:47 WIB
Ketua Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 (INASGOC) Erick Thohir (kiri) didampingi Direktur Media dan Hubungan Masyarakat INASGOC, Danny Buldansyah pada acara konferensi pers penutupan Asian Games 2018, Sabtu malam (1/9/2018)/Bisnis - Yusran Yunus
Ketua Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 (INASGOC) Erick Thohir (kiri) didampingi Direktur Media dan Hubungan Masyarakat INASGOC, Danny Buldansyah pada acara konferensi pers penutupan Asian Games 2018, Sabtu malam (1/9/2018)/Bisnis - Yusran Yunus

Bisnis.com, JAKARTA - Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 (Indonesia Asian Games 2018 Organizing Committee/INASGOC) bangga dengan pencapaian menggembirakan.

Terutama dalam melakukan penghematan anggaran selama penyelenggaraan Asian Games 2018 di empat provinsi yakni Jakarta, Palembang, Jawa Barat dan Banten, dari 18 Agustus hingga 2 September 2018.

Ketua INASGOC Erick Thohir mengatakan jumlah anggaran negara yang berhasil dihemat hampir Rp2 triliun lebih.

Di awal pengeluaran diperkirakan mencapai Rp8,7 triliun. Namun berkat upaya efisiensi anggaran dan optimalisasi pendapatan sponsor, INASGOC sukses menekan pengeluaran hingga hanya Rp5,4 triliun.

Adapun pemasukan dari sponsor yang diperoleh INASGOC sekitar Rp800 miliar.

"Untuk penyelenggaraan multi event seperti Asian Games ini, pengeluaran itu lumayan luar biasa dengan melihat skala penyelenggaraan yang demikian hebat dan diapresiasi pihak asing. Wali Kota Hangzhou China [tuan rumah Asian Games ke-19 tahun 2022], mengaku tertantang mengikuti kesuksesan kita ini dengan anggaran yang minim," kata Erick Thohir kepada Bisnis seusai
memberikan keterangan pers di Media Press Center di Jakarta Convention Center, Sabtu malam (1/9/2018).

Dalam jangka pendek, Erick mengaku senang karena dampak ekonomi yang dirasakan Indonesia sangat terasa, Terutama pelaku usaha di sektor riil seperti industri makanan dan minuman, kerajinan tangan, transportasi, hotel, biro perjalanan dan usaha ikutan lainnya.

"Nanti dampak menengah dan panjangnya, kita akan merasakan di sektor pariwisata dan investasi. Kita tunggu hitung-hitungan dari teman Bappenas dan BKMP yang lebih ahli dalam menghitung dampak ekonomi dari penyelenggaraan Asian Games 2018. Kita sukses penyelenggaraan, prestasi dan ekonomi," ujarnya.

Bicara mengenai prestasi, Indonesia mendulang sukses yang sudah tidak perlu lagi diperdebatkan. Sampai sehari menjelang acara penutupan, kontingen Indonesia sudah melampaui target yang dibebankan oleh negara.

Indonesia mengoleksi 16 medali emas untuk masuk 10 Besar. Hasilnya: bahkan sudah menembus 4 besar, berada di peringkat ke-4 klasemen perolehan medali 31 emas, 24 perak dan 43 perunggu.

Erick pun menyampaikan terima kasih kepada seluruh rakyat Indonesia, Pemerintah Indonesia, 17.000-an atlet dan ofisial serta 11.000-an wartawan peliput dari seluruh platform atas dukungan dan kerja samanya sehingga menjadikan Indonesia sukses segalanya. Thank U Asia!

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

asian games 2018
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top