Hari Terakhir Pameran Pembangunan & Renovasi GBK dari Masa ke Masa

Kompleks Olahraga Gelora Bung Karno (GBK) Senayan Jakarta menjadi saksi sejarah semangat olahraga dari masa ke masa.
Anitana Widya Puspa | 01 September 2018 22:14 WIB
Suasana pameran foto proses transformasi Kompleks Gelora Bung Karno di Jakarta. - Istimewa/Kementerian PUPR

Bisnis.com, JAKARTA – Kompleks Olahraga Gelora Bung Karno (GBK) Senayan Jakarta menjadi saksi sejarah semangat olahraga dari masa ke masa.

Berbagai event olahraga besar seperti Asian Games 1962, Games of the New Emerging Forces (Ganefo) tahun 1964, hingga legenda sepak bola Brasil Pele alias Edson Arantes do Nascimento dan petinju Muhammad Ali juga pernah bertanding di sini.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyajikan proses transformasi Kompleks GBK dari awal pembangunan hingga kini menjadi satu kawasan olahraga yang megah dan tertata rapi melalui dua pameran foto.

Lokasi pertama berada di Stadion Utama GBK, tepatnya di Area Retail Zona 5 dan lokasi yang kedua berada di lantai 1 pusat perbelanjaan FX Plaza di Jalan Pintu Satu Senayan, tak jauh dari kompleks GBK.

Kedua pameran yang telah berlangsung selama satu pekan akan berakhir besok, 2 September 2018, bersamaan dengan penutupan Asian Games ke-18 tahun 2018 di Stadion Utama GBK.

Selama pemeran, para pengunjung dapat menyaksikan dokumentasi foto-foto dan audio pembangunan dan renovasi kompleks GBK pada awal pembangunan dan terakhir pada tahun 2017-2018 dalam rangka menyambut Asian Games 2018.

Selain foto dan audio juga terdapat gambar-gambar berukuran besar yang digunakan pengunjung untuk swafoto.

Pengunjung juga akan mendapatkan merchandise dari penyelenggara selama persediaan masih ada. Pameran yang bertujuan untuk memberikan edukasi dan pengalaman berharga terkait penyelenggaraan bangunan gedung dan penataan bangunan di Komplek GBK.

"Dari pameran ini saya melihat ada kemajuan khususnya di bidang olahraga, saya sebagai orang dari Indonesia timur kini menjadi paham tentang sejarah GBK yang merupakan salah satu kebanggaan Indonesia," ujar Yakoba, pengunjung asal Jayapura, Papua.

Dalam waktu tidak lebih dari 2 tahun, total 35 venue telah dibangun dan direnovasi oleh Kementerian PUPR melalui Ditjen Cipta Karya dengan total alokasi biaya sekitar Rp3,7 riliun dan melibatkan sembilan arsitek prinsipal dari Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) dan tidak kurang dari 6000 pekerja.

Adapun Rp3,7 triliun lainnya digunakan untuk membangun Wisma Atlet di Kemayoran Jakarta dan Jakabaring Sport City Palembang oleh Ditjen Penyediaan Perumahan, serta pembangunan embung Jakabaring dan penyiapan Bendung Rentang untuk venue kano slalom oleh Ditjen Sumber Daya Air.

Khusus di kawasan GBK, dari 16 venue yang dibangun, enam di antaranya bangunan gedung cagar budaya, sehingga dalam pelaksanaan renovasinya dilaksanakan sesuai dengan prinsip-prinsip pelestarian bangunan gedung cagar budaya.

Penataan kawasan yang dilakukan di kawasan GBK pun tidak terlepas dari prinsip-prinsip pelestarian kawasan cagar budaya. Jadi, selain mendukung atlet yang bertanding di venue-venue olahraga, kita dapat mengetahui bagaimana proses pembangunannya melalui pameran foto ini.

Tag : asian games 2018
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top