ASIAN GAMES 2018: Lindswell…Lindswell...Air Mata Emasmu dan Jokowi

Lindswell… Lindswell…Suara itu lirih. Nyaris tidak terdengar di tengah keriuhan Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta. Putri pasangan Tjoa Eng Hing dan Nuraini ini, menuntaskan perjuangannya. Dia sudah melakukan aksinya dengan gerakkan lugas, dinmais, variatif dan luwes.
Martin Sihombing | 21 Agustus 2018 12:04 WIB
Lindswell Kwok - Reuters

Lindswell… Lindswell…Suara itu lirih. Nyaris tidak terdengar di tengah keriuhan Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta.  Putri pasangan Tjoa Eng Hing dan Nuraini ini, menuntaskan perjuangannya. Dia menuntaskan  aksinya dengan  gerakkan lugas, dinamis, variatif dan luwes.

Gadis berkulit putih dengan rambut diikat 'ekor kuda', yang memiliki nama lengkap  Lindswell Kwok,  menyisakan kelelahan di wajahnya yang dihiasi hidung mancung dan alis hitam tebal, pun menyisakan keringat. Kelelahan tergambar di wajahnya.

Asian Games 2018: Atlet Wushu Lindswell Kwok Persembahkan Medali Emas bagi Indonesia

Asian Games 2018: Presiden Jokowi Tonton Langsung Penampilan Atlet Wushu Lindswell Kwok

Lajang, yang lahir di  Medan, 24 September 1991 dan pemegang medali perunggu Kejuaraan Dunia Wushu Junior  2006, telah berjuang dengan sepenuh hatinya, demi bangsa dan negara yang dicintainya: Indonesia.  Dia ingin, di penghujung karirnya, bukan hanya memberikan prestasi bagi dirinya. Namun, bagi bangsa dan negaranya. Dia tidak ingin, di Tanah Airnya,  justru bangsa lain yang menorehkan tintas emas. Ya ada ketidakrelaan yang menguat di dalam dirinya. Kita Bisa, mungkin begitu pekiknya.

Foto:Facebook/Antara/Reuters/Twillter/Istimewa/Keepo-Instagram

Meskipun meraih banyak prestasi, Lindswell Kwok  belum pernah mendapatkan medali emas dalam ajang Asian Games. Tak ayal,  dirinya sangat mempersiapkan diri dengan matang untuk Asian Games tahun ini.

Diap un tampil di partai puncak. Lindswell mengaku dirinya disergap  gugup karena menjadi laga penutupnya sebagai atlet wushu. Namun, berkat masukan pelatih agar dirinya tetap tenang,  semuanya rintangan dilalui, diatasi.  Pada lompatan terakhir, dirinya sempat lemas dan nyaris   gagal menuntaskan perjuangan.

Namun, sesuatu bergerak  dalam dirinya.   Lindswel seperti dilecut oleh ingatan: Lindswell,  ini adalah yang terakhir.  Karuan, beragam  kondisi yang dihadapinya, dia bertekad: "Jangan sampai ada pemotongan nilai."

Pasalnya, dia mengamati, lawan-lawannya  banyak mendapatkan pemotongan nilai. Kesuksesan  sangat tergantung pada penampilan atlet untuk menampilkan hasil terbaiknya.

Kini, perjuangan berat yang telah dilaluinya dengan berlatih spartan pagi-sore dan meninggalkan banyak kesenangan pribadinya demi satu tujuan mengharumkan nama Indonesia di pentas olahraga multievent di negerinya sendiri, tidak sia-sia. Wajahnya, yang semula mengguratkan sedikit rasa cemas,  kini ceria.

Sumber: Twitter

Wajah Lindswell Kwok terlihat gembira. Skor yang diperolehnya untuk nomor Taijijian sangat memuaskan,  9.75. Ini melengkapi skor yang diperolehnya sebelumnya di nomor Taijiquan,  9.75. 

Suasana kegembiraan pun tidak bisa lagi ditutup-tutupi dari wajah perempuan kelahiran Medan, Sumatra Utara itu. Skor akumulatif pada nomor Taijiquan dan Taijijian itu mengantarkan dirinya meraih medali emas pertamanya di Asian Games 2018. Cita-citanya tercapai.  "Lindswell…Lindswell…" Suara itu kembali terdengar. Lirih.

Pelan, tetapi pasti, derai air being dari kedua matanya  yang memancarkan keteduhan dan suka cita, nyaris membasahi kedua pipinya, yang putih dan nyaris tanpa noktah. Lindswell berhasil meraih mimpinya.  Dia menjadi peraih poin tertinggi pada nomor Taijijian.  Sosok Mok Uen Ying Juanita asal Hong Kong, rival terdekatnya, mampu dijinakkan oleh gerakanan yang gemulai dan tegas.  Mok Uen Ying Juanita pun dipaksa harus  puas dengan  medali perak. Pewushu asal Filipina, Agatha Chrytenzen, bukan hanya ditundukkan. Lebih dari itu, dipaksa  harus merelakan diri mendapatkan medali perunggu.

Haru, tentu menyergap dirinya.  Perolehan medali emas  Asian Games 2018 itu, bagi Lindswell, menjadi yang pertama. Dia tuntas sudah membalaskan sakit hatinya. Dalam ajang yang sama sebelumnya,  dia hanya meraih medali perak, ketika Asian Games dilaksanakan di Incheon, Korea Selatan.

Dia mengaku menargetkan medali emas pada Asian Games 2018, karena ingin melengkapi koleksi medali yang telah diraihnya selama menjadi atlet wushu. Lindswell tentu akan menangis. Saat berusia sembilan tahun, sejatinya, Lindswell kecil sudah diajak ‘berkenalan’ dengan olahraga yang populer di China ini oleh sang kakak. Namun ketika itu, wanita kelahiran 24 September 1991,   enggan menekuni wushu hingga berubah keputusan saat memasuki kelas SMP.

Keputusan itu, ternyata awal dari perjalanan dirinya untuk menjadi yang terbaik di Asia dan dunia. Dia terus menorehkan catatan emas. Baginya, bangsanya dan bagi negaranya: Indonesia.

Jelas, di level nasional dan regional (Asia Tenggara),  Lindswell nyaris tak terbendung dalam meraih prestasi. Di ajang nasional , Lindswell meraih medali perak mewakili Sumatra Utara pada PON XVII di Kalimantan Timur , 2008.  Di tingkat Kejurnas Junior , Lindswell meraih medali perak pada  2005. Namun, sejak itu, Lindswell telah memperbaiki prestasinya dengan meraih medali emas pada event yang sama pada tahun berikutnya.

Namun, emas yang kini diraihnya, bukan hanya melengkapi capaiannya yang sebelumnya. Tapi, lebih dari itu, medali emas yang akan menjadi medali terakhirnya di pentas wushu sebagai atltet --dia berencana pensiun-- menyimpan kesan dan kenangan yang bakal tak terlupakan. Lantaran, terjadi di depan pemimpin negaranya: Presiden Jokowi,  yang sengaja hadir di area pertandingan di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta.  Jokowi hadir sebelum  Lindswell Kwok masuk ke lapangan untuk bertanding.  Lindswell mengaku tidak tahu kalau pertarungannya disaksikan oleh orang nomor satu di pemerintahan republik ini. "Saya  baru tahu ada Pak Jokowi. Saat itu, setelah  selesai bertanding, saya  berbalik badan, ternyata  ada Bapak Presiden," katanya bangga, seperti dikutip Antara.

Lindswell Kwok, kini, telah mewujudkan mimpinya sebelum mundur sebagai atlet wushu: Ingin mempersembahkan medali emas bagi Indonesia dalam ajang Asian Games 2018.

Kini, wanita berusia 26 tahun,  Lindswell Kwok, akan segera pensiun. "Sejak 2017, saya berencana pensiun. Jadi,  Asian Games ini, terakhir bagi saya," ujarnya kepada Antara. Baginya, 'kepergiannya' nanti, bukan karena sirnanya cintanya pada bangsa ini.  Lutut kanan dan kirinya kerap dibekap  cidera, sehingga memaksa dirinya harus segera istirahat.

Tulang Punggung

Tidak bisa dipungkiri, Lindswell memang  salah satu atlet wushu yang memiliki prestasi paling luar biasa di tingkat internasional, dan menjadi "tulang punggung" cabang wushu Indonesia untuk mendapatkan medali emas.  Dia menjadi langganan peraih medali emas dalam beberapa kejuaraan dunia sejak 2009 untuk nomor Taijiquan dan Taijijian putri. 

Perempuan kelahiran Medan 24 September 1991 itu telah menyumbangkan medali emas bagi Indonesia dalam berbagai ajang bergengsi seperti World Wushu Championship di Rusia  2017 dan SEA Games di Malaysia pada tahun yang sama. "Saya, dari kecil, terbiasa di wushu. Ada rasa sayang  untuk langsung melepaskan. Tapi, kini,   yang saya sudah pikirkan, saya  harus istirahat," katanya.

Tag : asian games 2018
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top