Defia Rosmaniar: Tidak Hobi Olahraga, dan Sempat Ditentang Orangtua

Peraih emas pertama Indonesia pada ajang Asian Games 2018 Defia Rosmaniar tidak pernah menyangka dirinya akan menjadi atlet taekwondo internasional mewakili Indonesia.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 21 Agustus 2018  |  12:08 WIB
Defia Rosmaniar: Tidak Hobi Olahraga, dan Sempat Ditentang Orangtua
Atlet Taekwondo Indonesia, Defia rosmaniar - Instagram

Bisnis.com, JAKARTA – Peraih emas pertama Indonesia pada ajang Asian Games 2018 Defia Rosmaniar tidak pernah menyangka dirinya akan menjadi atlet taekwondo internasional mewakili Indonesia. 

Sejak kecil dia bukan orang yang gemar olahraga dan tak punya cita-cita akan menggeluti dunia itu.

Awal kali gadis yang masih duduk di bangku kuliah ini mencoba taekwondo yaitu ketika masih mengenyam pendidikan menengah pertama.

Pada kejuaraan junior itu, Defia langsung mendapat emas. “Pelatih bilang aku berprestasi dan itu juga menjadi motivasi aku,” katanya di Jakarta, Senin malam (20/8/2018).

Mulai dari situ dia sering ikut kejuaraan sampai akhirnya bisa membanggakan Tanah Air yang telah puasa gelar Asian Games di bidang ini selama puluhan tahun. 

Meski cukup berprestasi, tidak mudah bagi Defia benar-benar terjun ke dunia olahraga. Sang Ibu awalnya tidak mengizinkan karena termasuk olahraga keras.

Hal itu berbeda dengan ayahnya yang selalu mendukung untuk yang terbaik. Setelah berdiskusi panjang, akhirnya jalan Defia menjadi atlet berjalan mulus.

Tahun ini bisa dikatakan menjadi momen sedih dan bahagia untuknya. Bahagia tentu karena meraih emas di ajang multi cabang terbesar se-Asia.

Sementara sedih karena dia harus ditinggalkan ayahanda yang meninggal dunia. Apalagi saat itu dia sedang menjalani pemusatan latihan fisik dan teknik di Korea Selatan selama 6,5 jam sehari sehingga hanya bisa ijin absen selama tiga hari.

Kepergian ayahanda membuat Defia berjanji pada diri sendiri untuk latihan lebih giat dan keras agar bisa membawa pulang emas dan membuat almarhum bahagia. 

Kerja keras itu terbukti dengan dia berhasil meraih emas pertama untuk Indonesia setelah mengalahkan atlet Iran Marjan Salahshouri dengan skor 8.690-8.470. “Emas ini aku persembahkan untuk ayah,” ungkap Defia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
asian games 2018

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top