Banjir Bonus, Kini Zohri Dapat 1 Kg Emas dari Pegadaian

PT Pegadaian (Persero) memberikan apresiasi kepada kepada sprinter muda Indonesia Lalu Muhammad Zohri, yang berhasil merebut emas usai menjadi yang tercepat di nomor lari 100 meter pada kejuaraan Dunia Atletik (IAAF) U-20 di Tampere, Finlandia, Rabu (1/7/2018).
Reni Lestari | 18 Juli 2018 16:46 WIB
Sprinter Lalu Muhammad Zohri dan Presiden Joko Widodo di Istana Bogor, Rabu (18/7). - JIBI/Amanda Kusumawardhani

Bisnis.com, JAKARTA – PT Pegadaian (Persero) memberikan apresiasi kepada kepada sprinter muda Indonesia Lalu Muhammad Zohri, yang berhasil merebut emas usai menjadi yang tercepat di nomor 100 meter pada kejuaraan Dunia Atletik (IAAF) U-20 di Tampere, Finlandia, Rabu 1 Juli 2018.

Bentuk apresiasi dari Pegadaian atas prestasi yang baru diraih Zohri adalah dengan memberikan bonus kepada atlet Pelatnas Asian Games 2018 itu sebesar 1 kilogram tabungan emas atau setara dengan Rp600 juta.

"Saya kira ini peristiwa yang fenomenal, Indonesia berjaya di cabang atletik paling bergengsi, tentu kami sebagai perusahaan BUMN harus mengapresiasi prestasi Zohri tersebut," ungkap Harianto Widodo, Direktur Pemasaran & Pengembangan Produk Pegadaian dalam keterangannya, Rabu (18/7/2018).

Foto: IAAF/Reuters

Menurut Harianto, bonus ini bisa dimanfaatkan oleh Zohri sebagai tabungan pensiunnya kelak, tabungan ini mempunyai nilai lindung yang baik karena dalam bentuk emas.

"Saya berharap Zohri bisa fokus dan konsentrasi untuk Asian Games 2018 nanti, karena saya melihat dia mempunyai potensi untuk menjadi kuda hitam di Asian Games nanti," tambah Harianto.

Apresiasi dari Pegadaian ini diharapkan bisa menjadi stimulus bagi dunia olahraga Indonesia. "Semoga apresiasi ini bisa menumbuhkan semangat atlet dan juga calon atlet untuk tidak ragu-ragu dalam meraih prestasi tertinggi. Atlet muda harus tekun, pantang menyerah, mempunyai etos kerja yang tinggi, maka prestasi akan datang seiring dengan waktu,” tutup Harianto.

Seperti yang sudah diketahui, Zohri mengungguli dua sprinter asal Amerika Serikat, Anthony Schwartz dan Eric Harrison di kejuaraan Dunia Atletik (IAAF) U-20 di Finlandia dengan catatan waktu 10,18 detik.

Kemenangan Zohri ini menjadi sesuatu yang fenomenal bagi Indonesia. Sebelumnya, sejak digelar 32 tahun lalu, prestasi terbaik sprinter Indonesia hanya finis di posisi ke-8 dan itu terjadi pada 1986. Kini rekor itu pecah oleh Zohri, atlet Asian Games berusia 18 tahun.

Tag : Lalu Muhamad Zohri
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top