Simona Halep Menangkan Grand Slam

"Tekanan telah berakhir. Mimpi sudah menjadi kenyataan. Jadi, saya tidak menekankan diri saya lagi dengan hal grand slam itu," ujar petenis berusia 26 tahun itu.
Newswire | 01 Juli 2018 07:27 WIB
Simona Halep. (REUTERS - DAVID GRAY)

Bisnis.com, LONDON - Seolah-olah beban berat telah terlepas dari pundaknya, juara baru grand slam Simona Halep menargetkan memenangkan medali emas Olimpiade untuk Rumania sebagai ambisi besar lebih lanjut.

Petenis nomor satu dunia itu berbicara tentang bagaimana kemenangannya di Prancis Terbuka, setelah tiga kali menderita kekalahan di babak final, telah membuatnya terlepas dari beban berat.

"Tekanan telah berakhir. Mimpi sudah menjadi kenyataan. Jadi, saya tidak menekankan diri saya lagi dengan hal grand slam itu," ujar petenis berusia 26 tahun itu.

Dia tanpa perlu khawatir lagi tentang predikat "pemain terbaik yang pernah ada, namun tidak pernah menjuarai turnamen utama".

"Saya bermimpi untuk ini. Saya melakukannya. Sekarang saya sudah menargetkan tujuan yang lain," katanya kepada wartawan.

Dia menimpali, "Tujuan baru? Sebenarnya ini tentang Olimpiade. Saya ingin sekali mendapat medali Olimpiade, jadi fokus saya adalah hal itu."

Setelah menjadi orang Rumania pertama dalam 40 tahun terakhir sejak manajernya, Virginia Ruzici, meraih gelar grand slam, juga di Perancis Terbuka, Halep akan menjadi yang pertama dari negaranya yang menyumbangkan emas Olimpiade bilamana menang di Tokyo 2020.

Tampaknya hampir tidak mungkin bahwa superstar olahraga terbesar Rumania sejak pesepak bola Gheorghe Hagi. Namun, mereka punya pesona untuk benar-benar bisa menjadi atlet yang lebih populer di negaranya.

Lebih dari 20.000 penggemar muncul di National Arena Bucharest untuk menghadiri perayaan khusus setelah keberhasilan Halep di Roland Garros.

"Itu salah satu momen terbaik saya. Saya meneteskan air mata menerima cinta dari orang-orang. Ini sedikit gila di negaraku, tapi saya menikmatinya. Saya berusaha mengelolanya sebaik mungkin," ujarnya.

Halep menepis gagasan bahwa tekanan pada dirinya mungkin benar-benar meningkat saat harapan melonjak.

"Saya tidak percaya itu. Sebelumnya ada tekanan besar dan semua orang berbicara bahwa saya tidak dapat memenangkan grand slam karena saya lemah secara mental. Tapi sekarang saya berhasil."

Salah seorang juara wanita paling populer dalam memori terakhir, Halep tersenyum untuk memikirkan bahwa meskipun telah menemukan kepuasan batin baru, tidak ada hal lain dalam hidupnya yang telah berubah terlalu banyak sejak kemenangan di Paris.

"Hidup itu sama. Semua orang sama. Saya juga sama. Saya harus mulai lagi untuk bermain di turnamen. Saya di sini siap untuk maju. Saya benar-benar menantikan untuk memulainya," jelasnya.

Persiapannya untuk pertandingan putaran pertama pada Selasa melawan Kurumi Nara Jepang hampir tidak ideal, cukup berat.

Dia begitu lelah setelah kemenangannya di Paris, dia mengambil libur 10 hari dan absen dari turnamen lapangan rumput Eastbourne untuk menjaga otot tendon achilles yang sakit, tetapi dia tetap berlatih dengan kualitas sesi latihan lapangan rumputnya bersama mantan juara Wimbledon Lleyton Hewitt.

"Memberi Anda kepercayaan diri. Memberi Anda perasaan bahwa jika Anda berada di lapangan dengan juara grand slam ini berarti Anda layak. Anda sepertinya bersama mereka di sana," katanya.

Halep tetap menjadi petenis papan atas dan unggulan pertama, mencapai semifinal Wimbledon pada 2014, bisa melaju lebih jauh sekali lagi.

"Saya tidak tahu bagaimana akhirnya di turnamen ini," ujarnya seraya mengangkat bahu. "Saya banyak tersenyum. Saya merasa bahagia kembali bertanding lagi di lapangan," demikian Simona Halep, layaknya dikutip Reuters.

Sumber : Antara

Tag : tenis
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top