Venue Pencak Silat di Taman Mini Siap Digunakan untuk Asian Games

Venue di Taman Mini untuk Pencak Silat yang menjadi kali pertama dipertandingkan, telah rampung renovasinya dan siap digunakan pada pesta olahraga Asian Games 2018.
Duwi Setiya Ariyanti | 14 Juni 2018 19:38 WIB
Presiden Joko Widodo (kanan) dan Perdana Menteri China Li Keqiang memegang maskot Asian Games 2018, di Istana Kepresidenan Bogor, Senin (7/5/2018). - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA—Venue di Taman Mini untuk Pencak Silat yang menjadi kali pertama dipertandingkan, telah rampung renovasinya dan siap digunakan pada pesta olahraga Asian Games 2018.

Dalam keterangan resminya, Kamis (14/6/2018), Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sebagai Kepala Pelaksana Bidang Sarana dan Prasarana Asian Games XVIII Basuki Hadimuljono mengatakan renovasi padepokan di Taman Mini Indonesia Indah itu telah selesai.

Perubahan utama dalam renovasi itu yakni penambahan sistem pencahayaan. Sistem pencahayaan menggunakan standar broadcast setara dengan venue pertandingan olah raga indoor lainnya dengan kekuatan luminansi sebesar 1.500 Lux. Kekuatan luminasi itu, merupakan standar untuk penyiaran televisi dengan kualitas high definition (HD).

Menurutnya, kesiapan infrastruktur menjadi salah satu dari tiga hal utama dalam persiapan Asian Games. Adapun, seluruh venue yang digunakan pada Asian Games ditargetkan selesai akhir Juni 2018.

“Seperti yang sering disampaikan oleh Bapak Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla bahwa sukses Asian Games pada intinya ada tiga, yakni sukses penyediaan venue atau infrastruktur, kedua sukses penyelenggaraan, dan ketiga sukses prestasi olahraga," ujarnya.

Direktur Bina Penataan Bangunan Ditjen Cipta Karya Iwan Suprijanto mengatakan kendati memasuki masa cuti bersama jelang Lebaran, pekerjaan renovasi sudah selesai. Pengerjaan kini sampai di tahap akhir seperti pengecatan gapura.

Menurutnya, pekerjaan renovasi memiliki tantangan tersendiri mengingat belum tersedianya standar internasional dari organisasi Pencak Silat secara internasional. Seperti diketahui, pengerjaan renovasi dilakukan Kementerian PUPR melalui Ditjen Cipta Karya.

Pengerjaan renovasi meliputi pekerjaan penyelesaian bangunan, hingga penerapan berbagai standar internasional yang diadaptasi dari venue cabang olah raga lainnya.

Perubahan mencakup pemasangan sistem tata udara, sehingga venue menjadi bangunan tertutup dengan sistem tata udara yang baik. Di sisi lain, penambahan sistem tata suara mengacu standar penyelenggaraan acara.

“Saat ini tengah dilakukan pekerjaan tambahan berupa perapian jalan masuk dan pengecatan gapura padepokan," katanya.

Tag : Asian Games 2018
Editor : Maftuh Ihsan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top