Petenis Christopher Rungkat Bidik Ganda Wimbledon

Atlet tenis putra Indonesia Christopher Rungkat membidik keikutsertaan dalam salah satu turnamen Grand Slam Wimbledon 2018 di London, Inggris, pada 2 Juli.
Newswire | 31 Mei 2018 21:04 WIB
Christopher Rungkat - Antara/Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA - Atlet tenis putra Indonesia Christopher Rungkat membidik keikutsertaan dalam salah satu turnamen Grand Slam Wimbledon 2018 di London, Inggris, pada 2 Juli.

"Ini adalah latihan pertama kami untuk memperbaiki teknik-teknik dasar. Dia sudah punya insting sebagai pemain dan sudah banyak mengikuti turnamen sehingga perlu perbaikan pada hal-hal fundamental," kata pelatih pribadi Christopher Rungkat, Robert Davis, di Jakarta, Kamis (31/5/2018).

Christo, sapaan pemain berusia 28 tahun itu, akan berlatih perbaikan teknik-teknik dasar selama delapan hari di Indonesia sebelum mengikuti sejumlah turnamen di Eropa pada pekan kedua Juni.

"Dia akan bermain di Eropa dan Amerika Serikat selama tiga pekan sebelum mengikuti Wimbledon. Bisa jadi, itu menjadi salah satu persiapannya menjelang Asian Games," kata Robert.

Robert yang telah 11 tahun melatih Christo menyebut anak asuhnya itu selalu punya peluang untuk memenangi pertandingan baik dengan pemain-pemain Amerika Serikat, Eropa, ataupun pemain Asia.

"Itu tergantung pada Pelti dan pelatih kepala timnas Indonesia. Saya hanya pelatih pribadi. Mereka tentu sudah punya skenario untuk Asian Games dan akan berdiskusi dengan Christo," kata Robert tentang latihan jelang Asian Games.

Robert mengatakan "Bandit", julukan Christo, sudah meraih peringkat 200 besar dunia sehingga lebih berpeluang mengikuti turnamen-turnamen besar dalam tenis seperti ATP ataupun Grand Slam.

"Dia telah menemukan identitasnya sebagai pemain ganda dan itu akan segera diwujudkannya. Saya sudah tidak sabar untuk melihat bagaimana dia mengakhiri 2018 pada peringkat 50 besar dunia," ujar Robert.

Namun, Christo harus berganti pasangan menjelang Wimbledon setelah sempat berpasangan dengan atlet India Jeevan Nedunchezhiyan, atlet Filipina Ruben Gonzales, dan atlet Taiwan Hsieh Cheng-peng.

"Dia harus berganti pasangan untuk menyesuaikan dengan sistem pendaftaran. Dia tidak punya pasangan yang sama pada setiap turnamen," kata Robert tentang persiapan Christo menuju Wimbledon 2018.

Sumber : Antara

Tag : tenis
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top