Jabar Bebaskan Pajak Reklame Asian Games 2018

Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan membebaskan pengenaan pajak reklame dan tontonan yang berhubungan dengan penyelenggaraan Asian Games 2018.
Wisnu Wage Pamungkas | 18 Mei 2018 14:33 WIB
Ketua Inasgoc Erick Thohir berdiri di antara maskot-maskot Asian Games 2018. - Reuters/Willy Kurniawan

Bisnis.com, BANDUNG—Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan membebaskan pengenaan pajak reklame dan tontonan yang berhubungan dengan penyelenggaraan Asian Games 2018.

Plh. Gubernur Jabar Iwa Karniwa mengatakan permintaan pembebasan pengenaan pajak datang dari panitia pusat. Hal ini diajukan mengingat publikasi luar ruang dalam rangka sosialisasi dan gebyar Asian Games di Sumatra Selatan pun gratis. “Di Sumatra Selatan bisa bebas, masa Jawa Barat masih [bayar],” ujar Iwa di Gedung Sate, Bandung, Jumat (18/5/2018).

Menurut Iwa, pihaknya sudah menugaskan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) serta Badan Pendapatan Daerah untuk segera mengkaji pembebasan biaya tersebut mengingat pelaksanaan Asian Games sudah semakin dekat. “Saya sudah menugaskan Kepala BPKAD dan Bapenda untuk mengkoordinir Bapenda kabupaten/kota,” ujarnya.

Iwa menuturkan jika tak bisa gratis, INASGOC meminta pajak reklame dan pajak tontonan bisa dikurangi dan tidak membebani. Menurut Iwa, Kepala Bapenda Jabar harus mengkaji apakah daerah dimungkinkan mengurangi nilai pajak dari event nasional. “Panitia butuh untuk branding, baik billboard, juga seperti sepakbola yang memakai tiket,” tuturnya.

Pemprov Jabar diakuinya berkejaran dengan waktu untuk mempersiapkan Asian Games. Menurutnya saat ini sejumlah venue masih belum matang mengingat ada kekurangan yang harus segera diperbaiki. “Ini sifatnya sudah penting dan genting karena waktunya sudah semakin dekat. Hasil evaluasi, ada 10 hal yang perlu dilakukan percepatan,” paparnya.

Dia menunjuk jalan sepanjang 4 kilometer di Khe Bun Hill, Kabupaten Subang untuk venue cabang olah raga sepeda gunung yang harus diperbaiki dan membutuhkan dana. Pemkab Subang sendiri menyerah jika harus membiayai perbaikan seluruhnya. “Kabupaten Subang hanya bisa mengalokasikan Rp 600 juta. Kita rapatkan dan solusi yang memungkinkan adalah melalui CSR,” katanya.

Hal lain yang harus diurus, kata Iwa, penyambungan instalasi listrik ke Stadion Wibawamukti di Kabupaten Bekasi. Iwa mengatakan akan mengkoordinasikan hal tersebut kepada Bupati Bekasi untuk menyelesaikan instalasi listrik. “Jika sudah terpasang, renovasi perbaikan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dapat dilakukan,” tuturnya.

Salah satu yang krusial adalah kualitas air di Bendung Rentang di Kabupaten Majalengka untuk venue kano slalom pun harus diperbaiki. Iwa mengaku kualitas air di Bendung Rentang ini tercemar oleh galian C sekitarnya.

"Harus dilakukan penegakan hukum terkait galian C dan yang membuat kualitas air kurang memadai. Kita pun akan memobilisasi para pelaku ecovillage untuk membersihkan kualitas air. Saya minta PSDA segera kordinasi untuk rapat," katanya.

Pihaknya juga sudah meminta kepada Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan serta Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat bersama kabupaten/kota untuk mengawasi produksi sampai distribusi makanan dan minuman untuk para atlet, official, dan penonton.

"Jangan sampai atlet dan official kena diare. Termasuk makanan jajanan untuk penonton, akan diawasi. Para pedagang di sekitar venue akan diperiksa kondisi makanannya, baik produksi maupun distribusi makanannya," katanya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Olahraga dan Kepemudaan Provinsi Jawa Barat Yudha Saputra mengatakan tes event semua venue yang berada di Jawa Barat hampir seluruhnya sudah dilaksanakan, kecuali kano. Hal ini disebabkan permasalahan di Bendung Rentang yang belum selesai terutama terkait urusan kualitas dan debit air. "Setelah Lebaran kita bisa coba lagi kano,” tuturnya.

Menurut Yudha perbaikan yang membutuhkan dana hanya arena jalan di Subang dan akses menuju venue sepeda gunung yang tidak mulus. “ Venue di Subang sendiri sudah sangat layak, hanya saja Pemprov Jabar ingin memperbaiki jalan karena selama ini sering digunakan truk galian C, akibatnya bergelombang," kata Yudha.

Setidaknya tujuh kabupaten kota di Jabar akan terlibat dalam Asian Games, di antaranya Kabupaten Bandung, Subang, Purwakarta, Majalengka, Bekasi, Kota Bekasi, dan Kabupaten Bogor.

Selain penyisihan sepakbola, cabang yang akan digelar yakni Kano Slalom, Paragliding, Road Bicycle Racing, dan Mountain Bike Cycling atau Sepeda Gunung.

Tag : Asian Games 2018
Editor : Saeno
Top