Bambang Brodjonegoro: Buktikan Indonesia Aman untuk Investasi

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional tengah menghitung dampak tidak langsung dari perhelatan Asian Games 2018. Aksi terorisme yang terjadi di Surabaya dan Riau, diharapkan tidak menganggu event olahraga paling akbar se-Asia itu.
Stefanus Arief Setiaji | 17 Mei 2018 16:53 WIB
Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro (tengah), Staf Ahli Bidang Sinergi Ekonomi dan Pembiayaan Kementerian PPN, Amalia Adininggar Widyasanti (kiri) dan Kepala Biro Humas dan Tata Usaha Pimpinan Kementerian PPN/Bappenas Thohir Afandi memberikan penjelasan pada jumpa pers Dampak Ekonomi Penyelenggaraan Asian Games 2018 dan World Bank-IMF Annual Meeting 2018, di Jakarta, Kamis (26/4/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional tengah menghitung dampak tidak langsung dari perhelatan Asian Games 2018. Aksi terorisme yang terjadi di Surabaya dan Riau, diharapkan tidak menganggu event olahraga paling akbar se-Asia itu.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang P.S. Brodjonegoro mengatakan bahwa pesta olahraga itu sudah memiliki standar pengamanan. Masyarakat diharapkan ikut terlibat aktif untuk mengamankan dan menyemarakan kegiatan.

"Untuk pengamanan, semua anggarannya kan sudah ada. Praktis, akan ada pengamanan signifikan, terlebih untuk mengantisipasi teror,” ujarnya dalam keterangan resminya, Kamis (17/5/2018).

Dia mengatakan bahwa peristiwa teror yang terjadi di Surabaya memang dapat berdampak pada sektor pariwisata di Tanah Air. Namun menurutnya, masyarakat dapat membantu mengurangi dampak buruk yang mungkin ditimbulkan, antara lain misalnya dengan tidak latah ikut mengunggah tulisan atau gambar-gambar yang belum jelas kebenarannya di media sosial.

"Kita harus bisa membuktikan Indonesia itu aman dan kondusif, tidak akan ada gangguan atau teror terhadap pelaksanaan Asian Games 2018, termasuk gangguan jangka panjang terhadap investasi maupun pariwisata," kata Bambang.

Sebelumnya, Menteri Bambang Brodjonegoro menegaskan Asian Games 2018 tentunya akan memberikan manfaat ekonomi dan non-ekonomi bagi Indonesia sebagai tuan rumah.

Manfaat ekonomi yang akan tercipta antara lain adalah meningkatkan sektor pariwisata, meningkatkan aktivitas ekonomi lokal, menciptakan lapangan kerja, mendorong pengembangan kota melalui pembangunan infrastruktur fasilitas olahraga dan infrastruktur pendukung lainnya, dan merupakan ajang promosi strategis untuk membangun citra positif bangsa.

Indonesia juga akan memperoleh manfaat nonekonomi, di antaranya meningkatkan kohesi sosial dan mendorong perubahan budaya, perilaku, dan karakter masyarakat, meningkatkan kualitas tenaga kerja untuk event internasional melalui partisipasi sukarelawan.

“Asian Games 2018 juga akan mendorong masyarakat untuk melakukan aktivitas olahraga sekaligus mengajak generasi muda untuk belajar mengenai semangat olahraga dan sportivitas, serta meningkatkan profil Indonesia di mata internasional,” ujar Bambang.

Menurutnya, dampak ekonomi yang tercipta dari ajang internasional ini dibagi menjadi dua kelompok, yaitu: dampak ekonomi langsung dan dampak ekonomi tidak langsung.

Dampak ekonomi langsung merupakan besaran nilai ekonomi yang tercipta secara langsung akibat adanya aktivitas ekonomi yang dilakukan pada saat persiapan, saat acara berlangsung, dan saat setelah acara berlangsung.

Adapun dampak ekonomi tidak langsung adalah nilai ekonomi lanjutan yang tercipta akibat adanya efek pengganda dalam perekonomian, di mana efek yang akan terjadi adalah dorongan terhadap pertumbuhan ekonomi di provinsi dan nasional, penyerapan tenaga kerja, serta peningkatan pendapatan.

Bappenas memperkirakan dampak langsung pengeluaran peserta dan pengunjung Asian Games 2018 akan mencapai Rp3,6 triliun, di mana pengeluaran sebesar Rp2,5 triliun akan terjadi di Jakarta dengan konsentrasi persebaran peserta dan pengunjung sebanyak 70% dan Rp1,1 triliun di Palembang dengan konsentrasi persebaran peserta dan pengunjung sebanyak 30%.

Kemudian, 88% pengeluaran berasal dari penonton dan wisatawan, diikuti 4,67% pengeluaran oleh atlet, 3,96% pengeluaran awak media, 2,34% pengeluaran officials, dan 0,77% pengeluaran sukarelawan.

Akomodasi diperkirakan menjadi komponen pengeluaran terbesar yang diperkirakan mencapai Rp1,3 triliun, sementara komponen pengeluaran terbesar kedua adalah transportasi sebesar Rp640 miliar, makanan dan minuman sebesar Rp628 miliar, pengeluaran belanja mencapai Rp560 miliar, dan pengeluaran hiburan sebanyak Rp280 miliar.

Bappenas saat ini sedang melakukan perhitungan untuk dampak tidak langsung, yang diperkirakan akan selesai dalam waktu dekat sebelum acara Asian Games 2018 dilaksanakan.

“Kalau hitungan dampak tidak langsung ini sudah selesai, Bappenas dapat memperkirakan berapa sumbangan Asian Games 2018 terhadap pertumbuhan ekonomi, berapa sumbangannya terhadap lapangan kerja, serta berapa peningkatan  pendapatan masyarakat yang akan tercipta.”

Tag : bappenas, Asian Games 2018
Editor : Stefanus Arief Setiaji

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top