Jelang All England 2018, Marcus Kembali Ditimpa Cedera Bahu

Jelang All England 2018, Marcus Kembali Ditimpa Cedera Bahu
Andhika Anggoro Wening
Andhika Anggoro Wening - Bisnis.com 22 Februari 2018  |  14:25 WIB
Jelang All England 2018, Marcus Kembali Ditimpa Cedera Bahu
Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Marcus Fernaldi Gideon - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Sektor ganda putra menjadi salah satu sektor andalan Indonesia di ajang bergengsi All England 2018 BWF World Tour Super 1000. Diperkuat pasangan terbaik dunia saat ini, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, tim ganda putra berpeluang untuk merebut gelar juara, sekaligus mempertahankan titel yang diraih keduanya pada tahun lalu.

Selain Kevin/Marcus, ada tiga pasangan ganda putra yang juga bakal bertarung di kejuaraan tertua ini. Mereka adalah Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto dan Angga Pratama/Rian Agung Saputro. Sayangnya, Angga/Rian harus berjumpa Kevin/Marcus di babak pertama. Siapa pun yang akan lolos, kemungkinan bisa bertemu Fajar/Rian di babak kedua.

Sementara Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan yang baru saja ‘rujuk’, ada di pool bawah. dan di babak kedua berpeluang untuk berjumpa pasangan Juara Dunia 2017, Liu Cheng/Zhang Nan (China).

“Hasil undian seperti ini memang merugikan buat tim Indonesia, tetapi namanya undian pasti kita tidak bisa memilih hasilnya seperti apa, kami sih main yang terbaik saja,” ujar Marcus kepada Badmintonindonesia.org.

Marcus pun kini tengah dalam kondisi yang tidak seratus persen fit, diutarakannya, cedera bahu kanan yang sempat dialami saat bertanding di semifinal Denmark Open Super Series Premier 2017, kini dirasakannya lagi. Dua pekan lalu, Marcus juga tak dapat turun di ajang Badminton Asia Team Championships 2018 karena mengalami cedera otot perut.

“Belum fit seratus persen sih, waktu kemarin latihan, bahu kanan saya agak bunyi. Ini yang dulu pernah kena di Denmark (Open),” katanya saat diwawancara.

“Lumayan mengganggu persiapan sih, kalau ditanya optimis atau tidak untuk mempertahankan gelar, kami amini saja, mudah-mudahan bisa pulih secepatnya,” tutur pemain asal klub Tangkas Intiland ini.

Sementara itu, Kepala Pelatih Ganda Putra PBSI, Herry Iman Pierngadi, juga menyangkan hasil undian di All England 2018.

“Iya, undiannya kurang menguntungkan buat tim kami. Boleh dibilang draw nya kurang bagus ya, dimana pemain-pemain Indonesia harus saling bertemu di babak-babak awal,” kata Herry.

Diakui Herry, kekuatan di atas kertas saat ini memang menunjukkan bahwa Kevin/Marcus lah yang punya peluang terbesar, akan tetapi apa pun bisa terjadi di turnamen-turnamen besar sekelas All England.

Sementara itu bagi pasangan Hendra/Ahsan, All England 2018 bakal menjadi turnamen internasional ketiga bagi mereka. Sebelumnya Hendra/Ahsan telah menjajal kekompakan mereka setelah setahun lebih berpisah, di ajang India Open 2018. Hendra/Ahsan dikalahkan Kevin/Marcus di babak semifinal.

Hendra/Ahsan juga didaftarkan di kejuaraan German Open 2018 BWF World Tour Super 300, yang bakal digelar sepekan sebelum All England.

“Kami ingin melihat penampilan Hendra/Ahsan seperti apa di All England, untuk persiapan mereka di Piala Thomas,” jawab Herry ketika ditanya soal target Hendra/Ahsan di All England.

Selain dari sektor ganda putra, sektor ganda campuran juga berpeluang untuk mendulang gelar lewat pasangan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir. Dua sektor lainnya pun tak menutup kemungkinan untuk menorehkan prestasi. Pasangan ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu serta pemain tunggal putra Anthony Sinisuka Ginting pun punya kans yang besar.

All England 2018 akan dilangsungkan bulan depan, pada 14-18 Maret 2018 di Arena Birmingham, Birmingham, Inggris.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bulutangkis

Sumber : Badminton Indonesia

Editor : Andhika Anggoro Wening
Top