Asian Games 2018: Stadion Gelora Bung Karno Siap 100%

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat memastikan renovasi Stadion Utama Gelora Bung Karno di Jakarta siap digunakan untuk Asian Games 2018.
Gloria Fransisca Katharina Lawi | 13 Januari 2018 00:15 WIB
Suasana Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) di Jakarta, Kamis (11/1/2018). - ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat memastikan renovasi Stadion Utama Gelora Bung Karno di Jakarta siap digunakan untuk Asian Games 2018.

Hal itu diungkapkan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono bahwa renovasi Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) telah selesai 100 persen dan siap digunakan untuk Asian Games XVIII/2018.

“Pada tanggal 14 Januari 2018 petang, Bapak Presiden direncanakan akan meresmikan stadion ini, sekaligus menyaksikan pertandingan persahabatan antara Tim Nasional Indonesia melawan Islandia," jelas Basuki melalui siaran pers, Jumat (12/1/2018).

Basuki menyebutkan bahwa pihaknya sebagai penanggung jawab atas atas renovasi tetap melakukan uji coba untuk melihat kualitas pencahayaan, rumput, tata suara, dan papan skor.

"Untuk lighting-nya saya dapat informasi ini salah satu yang terbaik di dunia, namun akan diungguli oleh stadion (Olimpiade dan Paralimpiade) Tokyo 2020,” kata Basuki.  

Dia menegaskan bahwa pencahayaan berkekuatan 3.500 lux atau tiga kali lebih terang dari sebelumnya. Namun karena menggunakan LED lighting system, konsumsi listrik lebih hemat hingga 50 persen dari lampu konvensional dan memiliki kualitas pencahayaan tiga kali lebih baik.

Sistem pencahayaan juga terintegrasi dengan sistem tata suara yang berkekuatan hingga 80.000 watt PMPO.

“Tata suara SUGBK lebih baik dari sebelumnya, sehingga pada upacara pembukaan nanti terutama saat menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya akan lebih dramatis,” paparnya.

Basuki juga menjamin bajwa kualitas kursi lebih bagus dengan jenis satu kursi (single seat) dan lipat (flip up) telah memenuhi standar aksesibilitas evakuasi. Setiap kursi mampu menahan beban hingga 250 kg dan tidak mudah ditarik sehingga menahan aksi vandalisme.

"Sudah mengikuti standar FIFA dalam aspek keamanan dimana dalam kondisi darurat, dalam waktu 15 menit, stadion sudah harus kosong,” tambah Basuki.

Dengan penggantian jenis kursi yang lebih baik di mana sebelumnya kursi panjang, kata Basuki kapasitas tampung SUGBK saat ini 80.000 kursi.

Adapun kualitas lapangan semakin baik mulai dari rumput yang digunakan merupakan rumput terbaik jenis zoysia matrella dilengkapi alat penyiram rumput otomatis hingga sistem drainase anti banjir (zero run-off).

"Kualitas rumput Stadion GBK juga telah mendapatkan sertifikasi internasional. Kalau rumput imitasi digunakan di Lapangan ABC untuk latihan atau pemanasan, itupun kualitas rumput imitasi terbaik,” sambungnya.

Renovasi SUGBK dilakukan sejak Agustus 2016 dengan kontraktor PT Adhi Karya (Persero) Tbk dan PT Penta Rekayasa Kerjasama Operasi (KSO) dengan nilai kontrak Rp769,7 miliar. Sementara konsultan manajemen konstruksi adalah PT Deta Decon dan PT Multi Karadiguna Jasa KSO dengan nilai kontrak Rp10,2 miliar.

Secara keseluruhan untuk renovasi venue dan penataan kawasan GBK yang dilakukan oleh Kementerian PUPR progresnya telah mencapai 99%, karena meskipun beberapa venue olahraga telah selesai, namun pekerjaan penataan kawasan GBK yang baru dimulai Mei 2017 masih dalam penyelesaian akhir.

"Untuk venue olahraga hampir seluruhnya sudah selesai dan akan kami usulkan diresmikan satu per satu oleh Bapak Presiden,” kata Basuki.

Sebelumnya Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid mengatakan saat ini progress penyelesaian Wisma Atlet C2 yang berdekatan dengan pintu tol Ancol ini sudah rampung dan siap digunakan pada Asian Games 2018.

Dia menyebut Wisma Atlet masih menunggu pengesahan dan serah terima yang akan dilakukan dalam waktu satu sampai dua bulan ini. Khalawi mengatakan total anggaran pembangunan tiga tower C2 Wisma Atlet ini menelan biaya Rp1,3 triliun. “Kalau ditambah furnitur lagi sekitar Rp1,4 triliun.”

Sebagai informasi pada tower C2 Wisma Atlet memiliki tiga tower dengan total 1.932 unit bertipe 36 diatas lahan seluas 27.654 meter persegi. Adapun setiap unit dilengkapi dengan ruang tamu, dapur, dan dua kamar tidur. Satu unit hanya bisa menampung dua hingga tiga orang.

Khalawi menjelaskan keseluruhan pembangunan Wisma Atlet memakan biaya Rp3,8 triliun untuk tower C2 dan tower D10. Total unit pada tower D10 sebanyak 5.494 unit. Total tower Wisma Atlet berjumlah 10 tower, dengan tiga tower di C2 dan tujuh tower di D10.

Pembangunan gedung ini dilakukan oleh kontraktor pelaksana WIka-Cakra KSO dan Abipraya-Indulexco KSO untuk blok C2. Sementara untuk gedung D10, kontraktor pelaksana adalah Adhi-Jaya Konstruksi-Penta, dan PT Waskita Karya.

Sementara itu, Konsultan Manajemen untuk C2 adalah PT Yodya Karya, dan untuk tower D10 adalah PT Bina Karya, PT Deta Decon, dan PT Ciriajasa Cipta Mandiri.

Tag : Asian Games 2018
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top