Greysia/Apriyani Ditargetkan All England dan Asian Games di 2018

Greysia/Apriyani Ditargetkan All England dan Asian Games di 2018
Newswire | 27 November 2017 07:28 WIB
Greysia Polii dan Apriani Rahayu - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Pasangan ganda putri, Greysia Polii/Apriyani Rahayu berhasil mencuri perhatian sejak diduetkan enam bulan lalu. Pertama kali turun di BWF Sudirman Cup 2017, Greysia/Apriyani kemudian sudah mengantongi gelar di Thailand Open Grand Prix Gold 2017 dan French Open Super Series 2017. Terakhir di Hong Kong Open Super Series 2017, Minggu (26/11), keduanya finis sebagai finalis turnamen.

Di Hong Kong Open, Greysia/Apriyani kalah dari unggulan satu asal China, Chen Qingchen/Jia Yifan, dengan skor 21-14, 16-21 dan 15-21. Greysia/Apriyani menaklukkan game pertama dengan keunggulan sejak awal pertandingan. Namun yang terjadi di game kedua, Greysia/Apriyani tak bisa keluar dari tekanan lawan, sehingga harus menelan kekalahan.

Hal yang sama terjadi di game ketiga. Greysia/Apriyani sempat berusaha keluar dari tekanan lawan, namun Chen/Jia kali ini cukup sulit untuk mereka hadapi. Greysia/Apriyani pun terpkasa menyerahkan kemenangan kepada lawan.

“Di pertandingan hari ini cukup kelihatan kualitas daya tahan fokus mereka menurun. Kualitas pukulan tidak sejalan dengan apa yg mereka perkirakan. Tapi saya cukup memahami kondisi ini dengan melihat pertandingan-pertandingan yang mereka lalui dari babak kedua sampai semifinal kemarin. Sangat menguras pikiran dan mental. Ini akan jadi pengalaman dan evaluasi buat mereka berdua terutama untuk Apriyani untuk menghadapi turnamen-turnamen yang ditargetkan di tahun depan,” kata Eng Hian, pelatih ganda putri, kepada badmintonindonesia.org.

Greysia/Apriyani dan Chen/Jia sebelumnya pernah satu kali berhadapan. Di French Open 2017, Greysia/Apriyani menang 21-5 dan 21-10 dari Chen/Jia. Pada turnamen itu pula, Greysia/Apriyani merebut gelar super series pertamanya sebagai pasangan.

“Pola serangan mereka (Chen Qingchen/Jia Yifan) berubah dan yang pasti performa mereka hari ini juga cukup clear di set kedua dan ketiga,” ujar Eng Hian mengomentari penampilan lawan.

Ditanya mengenai target untuk Greysia/Apriyani tahun 2018, Eng Hian dengan pasti menyebutkan dua agenda besar yang akan dihadapkan kepada pasangan senior-junior itu. All England 2018 dan Asian Games 2018 menjadi dua fokus yang akan dipersiapkan Eng Hian untuk anak didiknya tersebut.

“Target tahun depan tentunya akan semakin meningkat dibanding tahun ini. Tahun ini targetnya untuk mendapatkan pola main dan meningkatkan performa Greysia/Apriyani. Tapi dengan hasil yang diperoleh sampai turnamen terakhir ini, tentunya untuk tahun depan targetnya menjadi pencapaian prestasi. Target turnamen terdekat ada All England 2018 dan target utama adalah Asian Games 2018,” jelas Eng Hian.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
gunung agung

Sumber : Badminton Indonesia

Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top