NICKY HAYDEN MENINGGAL : Rossi Kenang Momen Terindah

Setelah lima hari kritis usai kecelakaan di jalan raya Rimini, Italia, pebalap Nicky Hayden akhirnya menghembuskan napas terakhir.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 23 Mei 2017  |  09:22 WIB
NICKY HAYDEN MENINGGAL : Rossi Kenang Momen Terindah
Nicky Hayden (kiri) menjabat tangan Valentino Rossi (kanan) usai Indianapolis Grand Prix di Indianapolis Motor Speedway (14/9/2008). - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA -- Setelah lima hari kritis usai kecelakaan di jalan raya Rimini, Italia, pebalap Nicky Hayden akhirnya menghembuskan napas terakhir.

Dunia balap pun bersedih atas kepergian sang juara dunia Moto GP tahun 2006 itu. Banjir ucapan belasungkawa mengalir dari sesama pebalap.

Valentino Rossi, juara dunia tujuh kali itu pun sempat mengenang masa-masa indahnya bersama Nicky Hayden (35).

"Nicky adalah salah satu teman terbaik saya di paddock," kata Rossi saat Nicky masih terbaring kritis di RS Maurizio Bufailini di Cesena, express.co.uk.

"Kami teman satu tim saat di Honda ketika dia melakukan debut di musim 2003, saat dia masih muda dan merasakan pengalaman pertamanya di Eropa. Musim itu berakhir dengan saya memenangi juara dunia dan dia juara satu podium di Phillip Island."

Tahun 2006, Hayden mengukuhkan posisinya sebagai juara dunia Moto GP, satu-satunya titel juara dunia yang pernah diraihnya dalam sebuah pertempuran dramatis, di mana Ia menyalip rossi di penutupan laga Grand Prix di Valencia untuk meraih kemenangan dengan hanya lima poin.

"Usai laga itu, kami salaman dan berpelukan. Kami kembali bertarung di musim yang berat di Ducati, di mana kami sering berduel hingga titik darah penghabisan, mungkin bahkan hanya untuk bisa berakhir di posisi lima besar," kata Rossi.

"Nicky sering mengunjungi Motor Ranch di mana saya selalu takjub melihatnya beraksi dan selalu berusaha mencuri rahasianya dan bertarung bersama karena dia salah satu pebalap tercepat dunia di track datar dan sebelum balapan di aspal dia paling banyak menang di ajang balap American Flat Track bergengsi seperti Peoria TT."

"Momen terindah saya tentang Nicky adalah ketika dia menjabat tangan saya usai balap tak menyenangkan di Valencia tahun 2015."

"Itu adalah balap terakhirnya di Moto GP sementara saya kehilangan gelar dunia. Tatapan penuh dukungan darinya dari balik helm-nya adalah salah satu dari sedikit momen positif yang saya punya hari itu."

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
MotoGP

Sumber : Antara

Editor : Nancy Junita
Top