Mantan Petenis Nomor Satu Amerika Korban Salah Tangkap

Mantan bintang tenis Amerika Serikat James Riley Blake bernasib sial ketika menjadi korban salah tangkap oleh kepolisian New York (New York City Police Dapertment/NYPD) ketika berada di lobi Manhattan Hotel.
M. Syahran W. Lubis | 12 September 2015 05:57 WIB
James Blake menjadi korban salah tangkap oleh petugas New York City Police Department - Reuters-NYPD

Bisnis.com, JAKARTA - Mantan bintang tenis Amerika Serikat James Riley Blake bernasib sial ketika menjadi korban salah tangkap oleh kepolisian New York (New York City Police Dapertment/NYPD) ketika berada di lobi Manhattan Hotel.

New York Daily News melaporkan ketika insiden itu terjadi pada Jumat pagi WIB (11/9/2015), Blake, 35 tahun, tengah berdiri santai menunggu mobil yang akan menjemput dan membawanya ke lokasi pertandingan AS Terbuka (US Open).

Dia tengah menjalankan tugas untuk sebuah perusahaan tempatnya bekerja di kota kelahirannya itu dan bersender di salah satu pilar bangunan hotel tersebut saat datang seorang polisi bernama James Frascatore yang langsung menjatuhkannya dalam hitungan detik serta memborgolnya.

Pemborgolan itu berlangsung sekitar 10 menit sebelum kemudian polisi tersebut menyadari bahwa yang ditangkapnya adalah orang yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan investigasi yang tengah menjadi tugasnya.

Sebagaimana diinformasikan CNN, Komisaris Polisi NYPD William Bratton telah meminta maaf atas kejadian itu dan dia secara pribadi telah menghubungi Blake. Dia juga menegaskan bahwa penangkapan yang keliru itu tidak terkait dengan masalah ras. Blake berkulit gelap, sedangkan Frascatore kulit putih.

"Saya berbicara dengan Tuan Blake beberapa waktu yang lalu dan secara pribadi meminta maaf atas kejadian kemarin. Tuan Blake mengindikasikan dia bersedia untuk bertemu dengan Biro Internal Affairs untuk membantu kelanjutan penyelidikan kami," kata Bratton pada Sabtu dini hari WIB (12/9/2015).

Pernyataan maaf juga datang dari Wali Kota New York Bill de Blasio yang berencana memanggil Blake ke kantornya untuk membahas soal itu, demikian pernyataan Karen Hinton, juru bicara De Blasio.

Sementara itu Reuters melaporkan bahwa Blake memang sempat menyatakan bahwa ada motif rasial dalam penagkapan yang keliru itu. “Saya pikir ada faktor ras terlibat dalam penangkapan itu. Tapi tak ada alasan apa pun bagi siapa pun untuk melakukan hal seperti itu terhadap siapa pun.”

New York Daily News menyebutkan pula dokumen NYPD mencatat Frascatore telah empat kali digugat akibat penangkapan yang dilakukannya secara kasar.

Warga Long Island berusia 38 tahun tersebut juga telah memiliki sedikitnya lima komplain yang masuk melalui Civilian Complaint Review Board, badan khusus untuk menampung dan memproses keluhan warga sipil.

Blake adalah mantan petenis nomor satu AS. Dia membantu AS dua kali menjuarai Hopman Cup (turnamen tenis antarnegara untuk nomor campuran) dan satu kali juara Davis Cup (turnamen tenis antarnegara untuk nomor putra).

Sumber : Reuters, CNN, NY Daily News

Tag : tenis
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top