Manahati Lestusen: Garuda Muda, dari C.S Vise Belgia ke Myanmar

Manahati Lestusen/SSBIndonesia.comBisnis.com, JAKARTA – Tidak banyak pemain Indonesia yang bermain di pentas liga sepakbola di Eropa. Kini, Indonesia menempatkan tiga pemainnya di Liga Belgia. Dari tiga pemain muda itu satu di antaranya Manahati
Martin Sihombing
Martin Sihombing - Bisnis.com 03 Agustus 2013  |  22:53 WIB

Manahati Lestusen/SSBIndonesia.com

Bisnis.com, JAKARTA – Tidak banyak pemain Indonesia yang bermain di pentas liga sepakbola di Eropa. Kini, Indonesia menempatkan tiga pemainnya di Liga Belgia. Dari tiga pemain muda itu satu di antaranya Manahati Lestusen yang bermain di  C.S Vise Belgia, milik keluarga Bakrie, sejak awal tahun ini.

Bahkan  pemain kelahiran Liang, Ambon, Maluku pada 17 Desember 1993,  sejak Januari 2012 – Desemeber  2012  memperkuat  Penarol Uruguay dan musim 2010-2011  bermain untuk Indonésia Futbol Sociedad Anonima Deportivo (SAD), Uruguay.

Hati, demikian dia biasa dipanggil, adalah mantan kapten tim nasional PSSI U-19 Tahun. Saat itu, Garuda Muda gagal lolos dan berada di peringkat tiga di bawah China dan Australia.

Karir Hati diawali  di Sekolah Sepak Bola di Liang, Ambon. Saat itu dia berusia 13 tahun. Dia bermain di beberapa posisi. Sebagai bek sayap kanan, gelandang bertahan, dan bek tengah. Menurutnya, itulah posisi yang paling sering dia tempati. Pada  2006, Hati mengantarkan SSB  juara di Maluku. “Saya terpilih sebagai pemain terbaik,” kenang Hati.

Namun, perjalanan karirnya, tidak semudah membalikkan telapak tangan.  Paling tidak anak ketujuh dari delapan bersaudara itu harus melalui ujian sebanyak dua kali sebelum akhirnya memperkuat  SAD Uruguay yang dilahit oleh  Cesar Payovich pada 2009.

Bahakn ketika bermain di Uruguay dia kerap didera rasa rindu dengan keluarga dan sahabt-sahabatnya di Tanah Air. Namun, tekadnya untuk menjadi pesepakbola profesional dan mengharumkan nama Indonesia membuatnya mampu keluar dari perangkap rindu itu. “Kan saya bisa beretelepon jika rindu,” katanya.

Dan, di kualifikasi Grup G Piala Asia 19 Tahun pada Oktober 2011, dia mampu membawa kawan-kawannya di tim Garuda Muda menundukkan tim nasional Macau 3-0, Rabu 2 November 2011. Saat itu, sebagai tim, dia memperlihatkan kebesaran jiwa. Saat pemain  Macau Pedruco Novo terjatuh usai duel dengan  pemain belakang PSSI, Eggi Hadyatmiko, dia memilih menolong Pedruco disbanding melanjutkan pertandingan. Dia memangil tim medis Macau agar menangani Pedruco.

Kini dia kembali dipercaya pelatih tim U-23 Indonesia untuk persiapan Sea Games 2013 di Myanmar, Desember 2013.

Profil  Manahati Lestusen
Tempat tanggal lahir: Liang, Ambon, 17 Desember 1993
Agama: Islam
Orang tua: H. Muhabas Lestusen (ayah) – Janiapari (ibu)
Klub:

- Januari  2013 : CS Visé

-Januari 2012 – Desember 2012 : Penarol – Uruguay

-2010-2011 : Indonésia Futbol Sociedad Anonima Deportivo (SAD) - Uruguay

Pemain idola:

-Roberto Ayala (Argentina)

Daniel Alves (Brasil)

Ricardo Salampessy (Ambon)

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pssi, isl, sea games 2013

Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top