Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PETINJU TEWAS: Tubagus Alami Pendarahan Otak, Ruhut Bela Wasit

JAKARTA-Wasit dinilai tidak bersalah dalam pertandingan Kejuaraan Nasional Ad Interim versi Komisi Tinju Profesional Indonesia terkait tewasya petinju Tubagus Setia Sakti usai bertarung melawan petinju senior Ical Tobida.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 28 Januari 2013  |  22:55 WIB

JAKARTA-Wasit dinilai tidak bersalah dalam pertandingan Kejuaraan Nasional Ad Interim versi Komisi Tinju Profesional Indonesia terkait tewasya petinju Tubagus Setia Sakti usai bertarung melawan petinju senior Ical Tobida.

“Wasit tidak salah, dia sudah berusaha memperingatkan tentang kondisi pemain dan juga sudah mengurangi satu angka,” kata Ketua Umum KTPI Ruhut Sitompul.

Pada Minggu (27/1), Tubagus Setia Sakti (17) tewas akibat mengalami pendarahan di otak setelah bertarung melawan Ical Tobida, dalam pertarungan yang dijadwalkan 12 ronde disiarkan TVRI, Sabtu (26/1) malam.

Di ronde kedelapan, wasit yang memimpin pertandingan terpaksa menghentikan pertandingan karena Tubagus beberapa kali mengangkat tangannya sebagai tanda tidak dapat melanjutkan pertandingan.

Kejadian petinju yang meninggal dunia itu menambah daftar panjang petinju Indonesia yang meninggal dunia di atas ring tinju bayaran.

Disinggung mengenai langkah promotor, Ruhut mengklaim sudah mengetahui laporan Syafrudin Lado mengenai prosedur yang dilakukan. "Promotor juga menilai sesuai dengan prosedur kelaikan petinju," ujarnya.

Promotor Lado mengaku bahwa pihaknya sudah melakukan prosedur dengan baik, seperti timbang badan hingga cek kesehatan sehari menjelang pertandingan.

Namun sayangnya, Ruhut masih belum dapat menyimpulkan apakah ada pelanggaran dari salah satu pihak di pertandingan itu, baik dari kubu pemain, manajer, pelatih, maupun promotor, kendati pemain muda menjanjikan, Tubagus, harus meregang nyawa karena pendarahan di otak usai laga.

Dia menyebut manajer dan pelatih pemain merupakan pihak yang paling mengetahui kondisi pemain dan memiliki andil penting dalam ketahanan pemain di suatu pertandingan. "Mereka yang tahu benar kondisi si petinju, kuncinya ada di manajer dan pelatih,” ujarnya.

Terkait dengan langkah selanjutnya, Ruhut mengaku bahwa komisi sedang melakukan rapat evaluasi dengan mengundang berbagai pihak, seperti para pelatih, manajer, wasit, juri, dan promotor untuk mengkaji apa tindak lanjut dari kejadian itu.

“Hasil dari evaluasi ini, akan dikaji kembali pada hari Selasa (29/1) untuk memutuskan tindak lanjut konkret guna mencegah peristiwa  serupa terulang kembali pada petinju lain”. (ilustrasi ring tinju/antaranews/yus)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Newswire/Yusran Yunus

Editor : Yusran-nonaktif

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top