FORMULA ONE: Di Bahrain, Iceman mulai panas

JAKARTA: Grand Prix Formula One Bahrain ang dikhawatirkan batal akibat gonjang-ganjing politik domestik ternyata berakhir mulus.
Tusrisep
Tusrisep - Bisnis.com 23 April 2012  |  09:34 WIB

JAKARTA: Grand Prix Formula One Bahrain ang dikhawatirkan batal akibat gonjang-ganjing politik domestik ternyata berakhir mulus.

 

Kejutan kembali dimunculkan. Juara selama empat seri selalu berganti. Kali ini juara bertahan asal Jerman Sebastian Vettel dari Red Bull yang sumringah di puncak podium.

 

Vettel melanjutkan berwarnanya adu kebut jet darat musim ini. Jenson Button (McLaren-Mercedes) menjadi seri pembuka Australia, dilanjutkan joki kuda jingkrak Ferrari Fernando Alonso di GP Malaysia kemudian Nico Rosberg (Mercedes) menjadi jawara China.

 

Namun ada sosok yang pelan namun pasti wajib untuk terus diawasi. Tak lain tak bukan, si anak hilang asal Finlandia, Kimi Raikkonen. Pembalap berjuluk The Iceman ini langsung nyetel setelah cuti dari F1 pada akhir musim 2009.

 

Pada balapan tadi malam, pembalap bernomor 9 asal Finlandia yang kini membela Lotus-Renault ini berhasil menjadi runner up, membuntuti Vettel meski memulai start dari posisi 11. Sementara rekan setimnya, Romain Grosjean menemani Kimi di podium ketiga.

 

Catatan Kimi sendiri dalam empat seri masih turun naik, namun cukup signifikan sebagai pembalap yang baru kembali dari cuti membalap di lintasan F1. Pada balapan perdana Australia, Kimi start dari posisi 17 namun berhasil finish di posisi ke-7.

 

Pada seri Malaysia, Kimi start dari posisi 10 dan finish di posisi ke-5. Nasibnya sial di GP China karena harus finish di posisi 14 meski start dari urutan 4. Namun di Bahrain, Kimi membayar kesalahannya di China.

 

Catatan jawara dunia 2007 bersama Ferrari ini jauh lebih baik dibandingkan seniornya di tim kuda jingkrak, Michael Schumacher yang belum pernah berhasil menapak podium sejak kembali ke pentas F1 pada 2010 sejak pensiun pada 2006.

 

Perjalanan Kimi sendiri cukup berwarna. Mendapat julukan cemooh sebagai The Iceman karena lebih sering diam akibat tak suka ngomong dengan bahasa Inggris, pria kelahiran Espoo, Finlandia, 17 Oktober 1979 ini dikenal sebagai satu pembalap berbakat.

 

Debutnya pada 2001 dilakukan bersama Sauber Petronas jadi cemooh karena menjadi satu-satunya pembalap dengan status hanya mengantungi izin balapan (super license). Toh dari 17 balapan, Kimi—jika mesin tak jebol--selalu berhasil nyangkut di 10 besar sehingga membuat tim-tim besar meliriknya.

 

McLaren sungguh beruntung mendapatkannya. Sayang mesin tim yang bermakas di Woking, Inggris itu kurang kompetitif sehingga membuat Kimi harus puas sebagai runner up musim 2003. Namun tak pernah ada yang membantah kehebatan pembalap yang suka tidur sejenak di kokpit jelang lomba tersebut. Dia baru bisa juara dunia saat pindah ke Ferrari.

 

Pada sisi lain, Kimi juga dikenal tukang tenggak minuman keras. Gara-gara teler, Kimi pernah ditemukan tak sadarkan diri sambil memeluk boneka lumba-lumba di Spanyol ataupun terekam limbung dan tumbang di atas yatch mewah usai pesta pora di Monako.

 

Namun, Kimi sesuai julukannya terus melaju tak peduli dan membayar kelakuannya dengan prestasi. Harga diri Kimi juga tinggi. Dia memilih cuti dari pentas F1 pada 2009 karena tak mau mengurangi nilai kontraknya dengan Ferrari yang dalam setahun mencapai US$51 juta.

 

Berada di luar balapan F1, Kimi bersenang-senang di lintasan reli dunia (WRC) dengan sponsor Red-Bull hingga balapan Nascar Truck Series. Meski demikian, Kimi tetap dalam pantauan tim-tim besar.

 

Catat saja McLaren yang mencobanya merayu pada 2010. Sayang gaji Kimi terlalu tinggi. Baru lambaian uang dari tim Williams yang menggodanya kembali pada akhir 2011, itu pun tak mulus karena justru Lotus Renault Grand Prix (LRGP) yang jadi tempatnya merapat.

 

Bersama tim yang dipimpin Eric Boullier tersebut, Kimi dikontrak selama dua musim. Kimi adalah penyelamat tim yang terpaksa gigit jari melihat Robert Kubica cuti membalap usai kecelakaan hebat saat ikut reli di Kanada pada Februari 2011.

 

Kimi menambah ketat F1 karena ada enam juara bertarung di musim ini a.l Sebastian Vettel (2010 dan 2011), Jenson Button (2009), Lewis Hamilton (2008), Kimi (2007), Fernando Alonso (2005 dan 2006) dan legenda Michael Schumacher (1994, 1995 dan 2000 hingga 2004). Gaspol bro! (Bsi)

 

>> BACA JUGA ARTIKEL LAINNYA:

+ Berita Utama BISNIS INDONESIA HARI INI

+ MAYORA BONDS oversubscribed 5 times!

+ KRISIS UTANG EROPA: Geithner kritik koleganya

+ Mau hadir? Berikut JADWAL RUPS EMITEN Hari Ini

+ Simak REKOMENDASI SAHAM Hari Ini

+ MARKET MOVING: United Tractors eyes to work mine mouth power project in Riau

+ Suzuki ERTIGA bikin AVANZA dan GRAND LIVINA GALAU!

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Puput Jumantirawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top