PIALA CHAMPION: Barcelona, fantastik tapi...

Selasa, 6 Mei 2009, jam 19.45 WIB saat yang tidak dilupakan Roman Abrhamovic. Saat itu, Chelsea yang butuh kemenangan 1-0, akhirnya tersingkir dan gagal lolos ke final Piala Champions. Pasalnya, saat itu, Chelsea telah unggul 1-0 melalui gol Michael
Adi Ginanjar Maulana
Adi Ginanjar Maulana - Bisnis.com 19 April 2012  |  00:00 WIB

Selasa, 6 Mei 2009, jam 19.45 WIB saat yang tidak dilupakan Roman Abrhamovic. Saat itu, Chelsea yang butuh kemenangan 1-0, akhirnya tersingkir dan gagal lolos ke final Piala Champions. Pasalnya, saat itu, Chelsea telah unggul 1-0 melalui gol Michael Essien pada menit ke-9 dan bertahan hingga menit ke-90.

 

Iniesta menjadi penghancur mimpi indah Chlesea untuk lolos ke final. Final Piala Champions yang sudah di tangan, lenyap seketika. Satu tendangan kaki Iniesta dari luar kotak penalty memanfaatkan umpan tarik Lionel Messi pada menit ke-92,5 menjadikan hari itu menjadi mimpi buruk bagi Guss Hidink, pelatih Chelsea. Di pertemuan pertama, di Stadion Nou Camp, kandang Barca, kedua tim bermain imbang 0-0.

 

Kini, mereka kembali bertemu di babak yang sama di piala yang sama. Kedua tim sudah 10 kali bertemu di piala itu. Chelsea menang tiga kali, seri empat kali, dan sisanya dimenangkan Barcelona.

 

Xavi, Puyol, Iniesta, dan Victor Valdes, pernah merasakan pedih ditumbangkan oleh Chelsea. Dalam pertemuan ini, mereka akan kembali berhadapan dengan Frank Lampard, John Terry, dan Petr Cech. Dan hanya mereka berenam itulah yang menjadi saksi sengitnya pertemuan kedua tim paling tidak sejak 2005. Saat itu, Barca diarsiteki Frank Rijkaard dan Chelsea dipegang oleh Jose Mourinho.

 

Boleh jadi, melihat penampilan Barcelona dalam beberapa tahun belakangan ini, tim ini sulit ditaklukan. Bahkan itu pun diakui pemain Chelsea, Frank Lampard.  "Untuk menaklukkan Barcelona sangatlah berat," ujarnya.

 

Namun, peluang untuk menang bukan tidak ada. Kalau menurut Lampard, disiplin adalah hal penting pada level ini. Kemudian, mereka harus menekel dan menutup ruang. “Namun, kami juga harus berdisiplin tim kami. Menjaga sebelas (pemain tetap berada) di lapangan sangat penting."

 

Ada kiat lain. Yakni menghentikan Lionel Messi. Penjaga gawang Chelsea Petr Cech sepakat soal itu. Lionel Messi, pemain paling piawai dalam tim itu dibanding para pemain lain yang bermain dalam klub sepak bola saat ini. Kendati Cech mengatakan Messi juga manusia dan tim juara Eropa Barcelona itu dapat dikalahkan.

 

Harus diakui Barcelona tim fantastik dengan generasi pemain yang hebat. Messi merupakan salah satu pengecualian di antara pengecualian para pemain hebat. Kalau dalam ‘bahasa’ Cech Messi lebih bagus dari yang lainnya. Messi –harus diakui-- dalam bentuk penampilannya saat ini amat hebat dan amat mengancam. Dia salah satu pemain terbaik dunia saat ini. “Tapi, seperti saya bilang, tidak ada tim yang tidak dapat dikalahkan," katanya. 

Teknik mengolah bolanya luar biasa dan yang lebih penting lagi dia dapat mengembangkan irama permainan. Pada momen dan situsi tertentu, dia dapat menemukan solusi. Banyak cara Messi untuk mengakhiri ujung serangan mereka. 

Namun, dia juga merupakan manusia biasa. “Bila bentuk penampilan Chelsea 100%, kami dapat membela diri kami di hadapannya," katanya. 

Cech pun sepakat Barcelona merupakan tim besar dan favorit di Liga Champions. Namun, segala sesuatu bisa terjadi. "Kami memiliki dua pertandingan sehingga dapat saja kami membalikkan anggapan tim favorit itu," katanya.(msb)

 

>> BACA JUGA ARTIKEL LAINNYA:

+ Liga Champions: Di balik kekalahan REAL MADRID

+ SIAPA di belakang sepak terjang DAHLAN ISKAN?

+ Berita BISNIS INDONESIA hari ini: Akuisisi Bank Danamon TERGANJAL?

+ BURSA ASIA: NIKKEI tergelincir

+ Mau beli saham JAGUAR dan LAND ROVER?

+ Spanyol menyeret EURO terus terpuruk

+ REKOMENDASI: Mau beli SAHAM apa saja?

 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Martin Sihombing

Editor : Novita Sari Simamora

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top