GP Bahrain: Kami tak nyaman membalap

JAKARTA: Seri ketiga Formula One di Bahrain yang dijadwalkan pada 22 April meskipun telah direstui badan otoritas adu kebut jet darat FIA ternyata membuat khawatir pemilik tim.Seorang bos tim F1 yang meminta tak disebut namanya mengaku sangat tak nyaman
Tusrisep
Tusrisep - Bisnis.com 10 April 2012  |  13:18 WIB

JAKARTA: Seri ketiga Formula One di Bahrain yang dijadwalkan pada 22 April meskipun telah direstui badan otoritas adu kebut jet darat FIA ternyata membuat khawatir pemilik tim.Seorang bos tim F1 yang meminta tak disebut namanya mengaku sangat tak nyaman membalap karena alasan keamanan di Sakhir yang terus menerus digoyang demonstrasi anti balapan.“Kami memiliki banyak orang. Prioritas kami adalah [keselamatan] karyawan kami dan keluarga mereka. Itulah yang menjadi perhatian kita , meskipun kita sudah tidak [bisa] berkata apa-apa,” ujar petinggi terkemuka seperti dikutip dari Crash.net mengutip surat kabar Inggris, The Guardian hari iniSang petinggi menyatakan lebih baik F1 Bahrain dibatalkan karena pemilik tim lain juga sama khawatir dengan dirinya. Satu hal yang jadi pertimbangan utama adalah karena seluruh tim harus memastikan asuransi bisa menanggung mereka jika terjadi masalah."Meskipun telah ada beberapa kemajuan politik di Bahrain mereka tidak cukup siap. Hal terbaik adalah lomba harus ditunda sampai akhir tahun, atau bahkan dibatalkan. Tapi itu adalah keputusan yang harus dibuat oleh [Manajemen Formula Satu], FIA dan FOM pemegang hak komersial,” ujarnya.FIA sendiri ngotot menggelar F1 di Bahrain meskipun gerakan yang menamakan ‘Revolusi 14 Februari 14’ belum mau menyurutkan protes karena didukung komunitas Syiah. Satu pria asal Inggris sendiri telah jadi korban pada demonstrasi pada 12 Februari lalu dan membuat Parlemen Inggris meradang.Seperti dikutip dari Gulf News, Pemerintah Bahrain dinasti Al-Khalifa yang tidak ingin menderita pembatalan F1 untuk kedua kalinya menjanjikan keamanan. Penguasa Sunni itu masih merasa langgeng dengan dukungan negara-negara Teluk lainnya, yang dipimpin oleh Arab Saudi.Sementara itu, seperti dikutip dari The Times, tim-tim F1 telah membekali seluruh tenaganya dengan dua tiket penerbangan sekaligus. Satu ke Bahrain, satu lagi ke Shanghai sebagai persiapan jika sewaktu-waktu GP Bahrain kembali dibatalkan.Bos F1 Bernie Ecclestone menegaskan kekerasan tidak akan mempengaruhi balapan tahun ini dan mengaku telah mendapatkan jaminan keamanan.Bernie jelas ngotot menggelar GP Bahrain, maklum tahun lalu gara-gara Bahrain batal menjadi penyelenggara seri pembuka Formula 1 2011, F1 kehilangan uang mencapai US$40 juta dollar AS atau setara Rp351,8 miliar.Susahnya, denda itu ditanggung seluruh tim peserta F1. Berdasarkan kontrak yang sudah disepakati, sebuah tim akan terkena penalti jika absen di sebuah seri balapan. Untuk kasus 2011, tim Ferrari diketahui harus menyetor denda senilai US$11 juta atau sekitar Rp96,8 miliar.Tahun lalu, GP Bahrain yang dijadwalkan pada Maret terpaksa dibatalkan akibat suhu politik yang sangat panas di negara tersebut setelah adanya pembicaraan antara Bernie Ecclestone dan Putra Mahkota Bahrain.(api) 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Lingga Sukatma Wiangga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top