CATATAN SEPAKBOLA: Defisit, itu jelas menakutkan!

Tak banyak yang menyadari kalau klub sepak bola di Inggris yang begitu mendunia ternyata menyimpan bom waktu yang bisa meledak kapan saja.Pengaturan anggaran yang tak tepat, budget yang defisit masih menjadi momok menakutkan. Salah satu survei, menurut
Dara Aziliya | 08 April 2012 00:58 WIB

Tak banyak yang menyadari kalau klub sepak bola di Inggris yang begitu mendunia ternyata menyimpan bom waktu yang bisa meledak kapan saja.Pengaturan anggaran yang tak tepat, budget yang defisit masih menjadi momok menakutkan. Salah satu survei, menurut BBC, menyebutkan satu dari lima klub sepak bola di Inggris termasuk dalam kategori klub dengan kesehatan finansial yang begitu menyedihkan.Survei tersebut dilakukan Begbies Traynor, perusahaan yang menjadi administrator bagi Port Vale, klub divisi League Two Inggris yang massuk dalam pengawasan pengadilan karena bangkrut.Ada 68 tim yang disurvei dan berasal dari tiga divisi di bawah Premier League yaitu the Championship, League One dan League Two. Tercatat 13 dari 68 klub itu memiliki masalah kesehatan keuangan yang parah.Mereka menghadapi sejumlah tuntutan serius di pengadilan mulai dari kasus gugatan perdata, keterlambatan laporan keuangan hingga neraca laporan keuangan klub yang begitu defisit. Kenapa bisa begitu?Jawabannya cukup sederhana; klub ternyata membayar begitu besar pengeluaran untuk gaji pemain sementara pendapatan tim dari tiket maupun sponsor dan televisi tak sebanding. Defisit menjadi catatan khusus.Port Vale adalah masalah klasik yang bisa terjadi di klub sepak bola profesional di negara manapun, termasuk Indonesia. Klub ini digugat perdata pada 29 Februari 2012, lalu masuk pengawasan administrator 9 Maret.Jumlah penonton di bawah 5.000 orang, utang bank yang menumpuk, tak bisa membayar pajak, hingga pembayaran gaji karyawan yang tertunda adalah simptom dari penyakit mati segan hidup tak mau.Port Vale sebenarnya bukan klub kemarin sore, mereka telah ada sejak 1876 dan menjadi klub terkenal di wilayah Stoke-on-Trent Inggris. Namun mismanajemen membuat tak ada lagi "Potteries derby" antara Port Vale versus Stoke City sejak 2002.Beda kasta kini terlihat antara dua klub tersebut. Stoke City jelas lebih mudah diingat penyuka sepak bola karena bermain di divisi Premier League menghadapi MU, Chelsea, Arsenal dll. Bahkan Stoke bermain di Liga Europa karena menjadi runner-up Piala FA 2011 saat dikalahkan Manchester City.Di sisi lain Port Vale hanya bisa 'menyapa' penikmat bola dunia kala bertanding di Piala FA, itu pun jarang mencapai babak perempatfinal. Ironis.Kini klub-klub Inggris tengah menanti dukungan suporter yang biasanya pada April-Mei akan membeli tiket terusan musim depan. Pendapatan tiket tentu tak bisa menjadi andalan menekan defisit, tetapi setidaknya tolak ukur masa depan klub.Cara lain, tentu saja berharap Port Vale, Portsmouth hingga Glasgow Rangers di Skotlandia mendapatkan investor tajir dari Asia, Timur Tengah hingga Amerika Serikat. Jika tak dapat jua, bisa jadi 'kasta' klub di Inggris tak beda jauh dengan di Indonesia.(fahmi.achmad@bisnis.co.id)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Dara Aziliya

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top