SEVEN SUMMIT: Tim Ekspedisi Wanadri menuju Everest

JAKARTA: Tim Ekspedisi Tujuh Puncak Dunia (Seven Summits) dari Wanadri mulai melakukan tahapan pendakian menuju Puncak Everest atau Sagarmatha (8.848 mdpl) di perbatasan Nepal dan Tibet.Informasi yang dikirim manajer pendakian Galih Donikara melalui
News Editor
News Editor - Bisnis.com 04 April 2012  |  04:05 WIB

JAKARTA: Tim Ekspedisi Tujuh Puncak Dunia (Seven Summits) dari Wanadri mulai melakukan tahapan pendakian menuju Puncak Everest atau Sagarmatha (8.848 mdpl) di perbatasan Nepal dan Tibet.Informasi yang dikirim manajer pendakian Galih Donikara melalui Ketua I Tim Ekspedisi Ipong Witono, Selasa, tim yang berjumlah enam orang (empat pendaki dan dua manajer) saat ini sudah terbagi menjadi dua yaitu tim yang melakukan pendakian melalui jalur selatan (Nepal) dan jalur utara (Tibet)."Tim selatan (Ardeshir Yaftebbi dan Fadjri Al Luthfi) hari ini bergerak menuju Lukla dengan menggunakan pesawat terbang. Sedangkan tim utara sudah melakukan tracking dimulai dari ketinggian 1.220 mdpl menuju ketinggian 2.000 mdpl di daerah Simigaon," katanya.Menurut dia, tim pendaki jalur utara yaitu Nurhuda dan Iwan Irawan telah melakukan perjalanan sesuai dengan program. Mereka harus melalui jalan setapak dan diwarnai beberapa tanjakan sekaligus melakukan aklimatisasi.Karena perjalanan baru saja dimulai, kata dia, para pendaki ini setiap jam harus istirahat. Kondisi seperti ini terus dilakukan hingga semuanya mencapai lokasi yang dituju yaitu Simigaon. Semua pendaki langsung beristirahat untuk menanti makan malam, selain itu juga menyiapkan program berikutnya.Sebelum melakukan tracking, tim utara terlebih dahulu harus menjalani perjalanan panjang dengan menggunakan bus dari Kathmandu menuju Rolwaling Area kurang lebih selama 10 jam. Kondisi lintasan yang dilalui berliku, curam dan menanjak hingga ketinggian 2.280 mdpl.Lintasan yang dilalui belum semuanya diaspal. Dengan demikian separuh perjalanan harus melewati jalan berbatu dan berdebu. Panjangnya lintasan yang dilalui membuat bus yang ditumpangi pendaki beberapa kali berhenti untuk mengisi BBM dan makan siang.Perjalanan berhenti di daerah Gongurkola setelah melakukan perjalanan selama 10 jam. Cuaca sepanjang perjalanan mendung. Namun demikian, kondisi semua pendaki dalam keadaan sehat serta nafsu makan tetap terjaga.Jika semua pendaki ini sukses mencapai puncak tertinggi di dunia ini dan mampu menancapkan Bendera Merah Putih maka layak disebut Seven Summiter. Sebutan ini merupakan idaman bagi seorang pendaki gunung di seluruh dunia.Sebelumnya, pendaki dari Wanadri ini telah mendaki enam puncak tertinggi di enam benua yaitu Puncak Ndugu-Ndugu atau Cartenz Pyramid (4.884 mdpl) di Papua, Puncak Kilimanjaro (5.895 mdpl) di Tanzania, Puncak Elbruz (5.642 mdpl) di Rusia, Puncak Aconcagua (6.962 mdpl) di Argentina, Puncak Denali/Mc Kinley (6.194 mdpl) di Alaska dan Puncak Vinson Massif (4.897 mdpl) di Antartika. (Antara/arh)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Newswire

Editor : Annisa Lestari Ciptaningtyas

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top