RALLY DE PORTUGAL: Rifat taklukan salju Portugal

 
Tusrisep
Tusrisep - Bisnis.com 03 April 2012  |  15:45 WIB

 

JAKARTA: Sejak akhir pekan lalu, Fastron World Rally Team yang diperkuat Rifat Sungkar bersama Scott Beckwitth bertarung di ajang reli dunia Rally de Portugal. Bengisnya cuaca dingin di Eropa benar-benar membuat barisan pereli kerepotan.
 
Beruntung Rifat berhasil memenuhi target mencapai finish di pertarungan perdananya di kejuaraan dunia yang menampuh 22 Special Stage (trayek khusus) berjarak 1.564,26 km selama empat hari.
 
Satu orang yang paling lega adalah Indra Prasetyo, Manager Tim Fastron Worl Rally Team. Dia menjadi orang yang bertanggung jawab atas seluruh tim. Mulai dari keberangkatan, survei lintasan, pengangkutan logistik hingga tentu saja menjaga komunikasi antara pembalap dan tim di lapangan dan di Indonesia.
 
Maklum, reli Portugal tahun ini mencatatkan berbagai drama di putaran 4 WRC 2012. Mulai dengan tumbangnya pereli kelas wahid pada hari pertama. Sebut saja jawara Sabastian Loeb pada SS 3, kemudian Jarri Latvala dan Daniel Sodro di hari kedua.
 
Belum lagi adanya banjir bandang yang meredam salah satu kendaraan membuat empat Special Stage (trayek khusus) yang dibatalkan panitia dengan alasan keselamatan  ditambah adanya keputusan Pimpinan Lomba yang mendiskualifikasi sang juara reli Portugal Mikko Hirvonen karena menggunakan peranti ilegal.
 
Sejak hari pertama gangguan teknis sudah melanda tim Indonesia. Pada SS 2 di daerah Gomes Aires yang berbukit curah dengan batuan lepas, Rifat dan Scott mendapatkan kesulitan akibat rem depan yang tak bekerja ditambah gangguan listrik.
 
Memasuki hari kedua di Tavira, gear box kendaraan bermasalah ditambah banjir yang membuat Sabastien Loeb, Petter Solberg, Jari-Matti Latvala menyerah. Menyentuh hari ketiga di Almodovar, rem kembali bermasalah pada Special Stage terakhir sebelum Service Park, di SS13 Loule 1.
 
Alhasil dengan skill drifting yang mumpuni, Rifat Sungkar/Scott Beckwith harus berjuang untuk menyelesaikan pertandingan tanpa mengandalkan rem untuk kemudian kendaraan dirawat tim mekanik Symtech Racing.
 
Sayang, hari keempat di Louie memberi apes bagi Rifat. Tunggangannya menyerah. Pecah ban, rusaknya shock breaker dan drive shaft memaksa tim Merah Putih harus menyerah 1,4 kilometer sebelum finish SS15.
 
Sejatinya menurut Indra, tim Indonesia yang bertarung pada group Rally Class berhasil mencatatkan diri sebagai yang tercepat berkat performa kendaraan yang bagus oleh dukungan Bullocks tools dan DC.
 
Tak heran pada hari terakhir, menurut Indra tim Indonesia habis-habisan menggeber kendaraan yang nyaris membuat mobil terjun bebas ke jurang sedalam 30 meter di daerah perbukitan terjal Santana de Serra 2.
 
Dengan perjuangan yang sedemikian berat ketika memasuki SS 22 yang merupakan stage terakhir tim Fastron World Rally Team tidak lagi memikirkan hasil catatan waktu namun menetapkan mencapai garis finish di reli dunia perdana itu.
 
Baik Rifat maupun Indra sepakat bahwa reli Portugal memberikan seribu pengalaman yang sangat berarti bagi tim Merah Putih. (sut)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top