Menkeu: Anggaran Sea Games siap dicairkan

JAKARTA: Menkeu Agus Martowardojo mengatakan dana segar untuk keperluan biaya pelaksanaan Sea Games XXVI 2011 di Palembang dan Jakarta sudah tersedia sehingga siap dicairkan begitu dokumen permintaan keperluan anggarannya diajukan Kemenpora."Dananya
- Bisnis.com 19 September 2011  |  18:35 WIB

JAKARTA: Menkeu Agus Martowardojo mengatakan dana segar untuk keperluan biaya pelaksanaan Sea Games XXVI 2011 di Palembang dan Jakarta sudah tersedia sehingga siap dicairkan begitu dokumen permintaan keperluan anggarannya diajukan Kemenpora."Dananya itu Rp600 miliar pada APBN 2011 dan Rp700 miliar pada APBNP. Seandainya ada dukomen dalam bentuk yang bisa diterima sistem [pencairan] anggaran maka Kemenpora bisa menariknya," ujarnya di Istana Presiden, hari ini.Dalam hal ini, tuturnya, kemenpora bisa menarik dana itu untuk diserahkan kepada pihak ketiga sebagai pelaksana kegiatan untuk dipakai bagi acara sea Games.Sebelumnya, Menpora Andi A. Malarangeng mengatakan penunjukkan langsung untuk pengadaan barang dan jasa proyek persiapan Sea Games XXVI 2011 di Palembang dan Jakarta berada dalam penelaahan dan verifikasi oleh tim asistensi yang melibatkan Kejagung, Kemenkeu, BPKP supaya implementasinya berjalan baik."Tim memverifikasi apakah pengadaan barang atau jasa yang dimintakan oleh paket pengadaannya itu layak atau tidak layak untuk diadakan secara langsung. Lalu kemudian setelah itu bisa saja dikatakan kemudian ini layak, ini tidak layak paketnya atau jenis pekerjaannya," ujarnya mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menghadiri acara Lomba Cipta Seni Pelajar Tingkat Nasional di Istana Bogor, pekan lalu.Dalam hal ini, lanjutnya, kalau tim asistensi menyatakan layak, maka Inasoc,  panitia pelaksanan ajang olahraga negara se ASEAN itu bisa melakukannya."Jadi bukan kemenpora [yang menunjuk], tapi Inasocnya sendiri. Nah Inasoc sendiri akan mengadakan mekanisme pengadaannya dengan pengawasannya yang ketat untuk melakukannya secara cepat tapi tetap akuntabel."Menurut dia, penunjukan penyedia jasa untuk barang dan jasa itu tidak dijelaskan secara spesifik berapa batasan nominalnya karena lebih mengaju pada urgensi dan kebutuhannya.Menpora mengaku mendapatkan penjelasan dari Rita Subowo, Ketum KONI,bahwa ada beberapa item kebutuhan barang dan peralatan yang tidak mungkin dilakukan diadakan oleh mereka secara biasa.Hal itu, lanjutnya, secara spesifik diketahui oleh Inasoc sehingga lembaga itu nanatinya yang akan mengusulkan item barang yang akan diadakan melalui penunjukan langsung.(api)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Lingga Sukatma Wiangga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top