Panitia Sea Games butuh payung hukum

 JAKARTA: Pemerintah harus bergerak cepat menerbitkan dua payung hukum mengenai tugas Panitia Penyelenggara Sea Games (Inasoc) menyusul belum tuntasnya persoalan lapangan dalam persiapan pesta olahraga terbesar Asia Tenggara itu.Ketua Harian Inasoc
Djony Edward
Djony Edward - Bisnis.com 14 September 2011  |  21:07 WIB

 JAKARTA: Pemerintah harus bergerak cepat menerbitkan dua payung hukum mengenai tugas Panitia Penyelenggara Sea Games (Inasoc) menyusul belum tuntasnya persoalan lapangan dalam persiapan pesta olahraga terbesar Asia Tenggara itu.Ketua Harian Inasoc Rahmat Gobel mengatakan dua payung hukum dalam bentuk Keppres dan Perpres diharapkan mempertegas tugas Inasoc dalam memanfaatkan dana yang diperoleh dari sponsor, penjualan tiket, maupun hasil penjualan pernak-pernik (merchandise) Sea Games."Selama ini kita sebagai panitia pelaksana kebingungan, karena terdapat dua persepsi. Ada yang menyebutkan dana yang diperoleh dari sponsor, penjualan merchandise, maupun tiket harus masuk ke kas negara, ada pula yang menyebutkan tidak, ini yang harus dipertegas," ujarnya kepada wartawan, kemarin.Menurut dia, waktu pelaksanaan Sea Games yang tinggal tersisa dua bulan lagi dinilai sangat sempit, apabila Inasoc harus mengikuti aturan baku dalam pemanfaatan anggaran. Selain itu, dia menuturkan Inasoc menanti turunnya Perpres guna menjembatani penggunaan dana yang bersumber dari APBN 2011.Harapannya, peraturan tersebut menjadi landasan bagi pemanfaatan anggaran yang telah dipakai oleh panitia selama persiapan maupun dana yang akan digunakan selama kegiatan Sea Games berlangsung.Kejelasan aturan ini, lanjut Rahmat, dibutuhkan agar setiap pengambilan keputusan penggunaan anggaran dapat dilakukan secara cepat, tetapi tidak melanggar ketentuan tata kelola keuangan negara. "Kalau harus mengikuti aturan baku sudah tidak terburu," ungkapnya.Meski Inasoc telah menjalin kerja sama dengan sponsor swasta maupun BUMN, dana sponsor tersebut belum dapat dioptimalkan karena belum adanya kejelasan regulasi. (tw) 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Others

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top