Selasa, 02 September 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

Kualifikasi Piala AFC U-19: Indonesia vs Korsel, Optimistis Menang

Martin Sihombing   -   Sabtu, 12 Oktober 2013, 08:59 WIB

BERITA TERKAIT

Bisnis.com, JAKARTA - Di Grup G kualifiasi Piala AFC U-19, Korea Selatan (juara Piala AFC U-19 sebanyak 12 kali), harus diakui, menjadi momok. Sekalipun bagi juara Piala AFF U-19 sekaligus tuan rumah, Indonesia. Selain juara bertahan –final 2012 di Uni Emirat Arab menang 4-1 atas Irak melalui adu pinalti—sukses di level senior, membuat setiap kali menyebut nama Korea Selatan, di Asia, seperti menyebut hantu. Menakutkan.

Di level U-19, kita persempit, dalam enam Piala AFC U-19 terakhir, Korsel  menjuarai 50% (2002 di Qatar, 2004 di Malaysia, 2012 di UEA). Sisanya, peringkat ketiga (2006 di India), semifinalis (2008 di Arab Saudi dan 2010 di China).

Dari daftar prestasi di putaran final, sebutlah di putaran final Piala AFC U-19/2012 di Uni Emirat Arab, Taegeuk Warriors, dari enam penampilan, mereka hanya seri satu kali dan mengoleksi 11 gol serta kemasukan empat gol.

Sosok Korsel –yang juga dijuluki the Red Devils-- kian menjadi favorit setelah di dua pertandingan awal mereka begitu produktiv. The Reds –julukan tim Korsel lainnya— menang 4-0 dari Filipina (8/10/2013) dan menang 5-1 dari Laos (10/10/2013.

Jika merujuk ke lima pertandingan terakhir,  Korsel pun terlihat solid. Di luar kemenangan dari Laos dan Filipina, pada tahun lalu dalam satu persiapan, mereka menahan Irak U-19 1-1, menundukkan  Uzbekistan U-19 3-1 dan menang daru U-19 Iran 4-1.

Indonesia, selain baru tampil sebagai juara Piala AFF U-19 2013 di Sidoarjo, Jawa Timur, di enam Piala AFC terakhir, hanya tampil sekali pada 2004 di Malaysia. Itu pun kita gagal. Dari tiga penampilan, semua berakhir dengan kekalahan.  Selebihnya, di Piala AFC U-19, kita tidak pernah tampil alias tidak lolos kualifikasi.

Namun, penampilan garang Evan Dimas cs di Piala AFF U-19 2013, cukup memberikan harapan. Tampil dengan bola pendek, sekali-sekali divariasikan long passing ke jantung pertahanan lawan atau ke sayap, sejauh ini, sudah memberikan hasil. Di dua penampilan terakhir, Laos dan Filipina dipaksa kalah dan harus bermain keras dan bertahan. Laos harus bermain sembilan orang karena dua pemainnya dikartumerahkan wasit.

Fakta-fakta yang menyertai kehadiran kedua tim saat akan tampil selalu diperlihatkan. Bahkan selalu dijadikan patokan tentang peluang menang, kalah atau seri. Begitupun kali ini saat Indonesia U-19 bakal menghadapi Korsel U-19 di kualifikasi Grup G Piala AFC U-19 2013 petang ini. Dengan fakta yang tidak berimbang (dari sisi prestasi), membuat Korsel menjadi lebih difavoritkan. Itu sah dan teramat wajar.

Lagi pula siapa yang tidak mengenal tim nasional Korsel di seluruh level? Tim nasional Italia, misalnya, pernah merasakan sengatan the Red Devils di Piala Dunia 2002 di Korea Selatan-Jepang.

Namun, benarkah Korsel akan dengan mudah mengalahkan Indonesia?  "Menghadapi Korea kami akan tampil dengan kekuatan penuh. Pemain yang sebelumnya absen bisa tampil kembali. Begitu juga dengan pemain yang terkena kartu kuning, mereka siap bermain maksimal," kata pelatih Timnas Indonesia, Indra Sjafri di Jakarta, Jumat (11/10/2013).

Keyakinan tinggi juga diungkapkan oleh sang kapten Evan Dimas. Pemain asal Surabaya ini bertekad membawa timnya bertanding dilevel yang lebih tinggi, meski sebelumnya telah mempersembahkan tropi juara Piala AFF U-19.

"Korea memang tim hebat, tapi kami tidak takut. Makanya kita harus bekerja keras untuk melawan Korea. Kita harus menang," kata pemain yang sudah mengoleksi satu gol selama kualifikasi Piala AFC U-19 itu.

"Besok adalah laga penting bagi kami. Pertandingan nanti juga sangat ditunggu, apalagi pertandingan nanti akan menentukan langkah kami ke tahap berikutnya. Kita harus maksimal," kata pelatih Korea Selatan, Kim Sang Ho.

Meski secara tim sudah siap, Kim Sang Ho mengaku pertandingan melawan Indonesia akan berat. Selain mempunyai kemampuan yang bagus, Timnas Indonesia juga mendapatkan dukungan penuh dari suporternya.

“Yakinlah, kami besok akan mengalahkan Korea Selatan. Pemain dalam kondisi terbaik,” kata pelatih Indonesia Indra Sjafri, mantan pelatih klub PSP Padang itu kepada Antara.

5 laga Terakhir Indonesia U19:
10 Oktober 2013            Indonesia vs Filipina                2 - 0 (AUC)
08 Oktober 2013            Indonesia vs Laos                   4 - 0 (AUC)
29 September 2013     Indonesia vs Vietnam               0 - 0 (AUC)
20 September 2013     Timor Leste vs Indonesia        0 - 2 (AUC)
18 September 2013     Indonesia vs Malaysia              1 - 1 (AUC)

5 laga terakhir Korea Selatan U19:
10 Oktober  2013        Korea Selatan   vs             Laos              5 – 1
8 Oktober  2013           Filipina                vs            Korsel           0 – 4
17 November 2012     Korea Selatan   vs            Irak                 1 – 1
14 November 2012     Korea Selatan   vs            Uzbekistan   3 – 1
11 November  2012    Iran                       vs            Korsel           1 – 4

Rekor  di enam babak final Piala AFC U-19

Korsel

Qatar

2002

Juara

6

5

1

0

13

1

Malaysia

2004

Juara

6

3

2

1

11

7

India

2006

Ketiga

6

5

1

0

19

3

Arab Saudi

2008

Semiifnal

5

3

0

2

7

3

China

2010

Semifinal

5

3

1

1

6

4

UEA

2012

Juara

6

5

1

0

11

4

 Indonesia

Qatar

2002

DNQ

-

-  

-

-

-

-

Malaysia

2004

Group stage

3

0

0

3

3

12

India

2006

DNQ

 -

-

-

-

-

-

Arab Saudi

2008

DNQ

-

-

-

-

-

-

China

2010

DNQ

-

-

-

-

-

-

UEA

2012

DNQ

-

-

-

-

-

-

 DNQ: Tidak berpatisipasi

 BACA JUGA

-- Kualifikasi Piala AFC U-19: Jelang Indonesia vs Korsel, Pertemuan 2 Mantan Juara


Editor : Martin Sihombing

Ikuti berita Bisnis.com melalui smartphone Android dengan aplikasi Android Apps Bisnis.com. Download di Google Play!
 

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.