Rabu, 23 Juli 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

MALAYSIA OPEN 2013: Tunggal Putra Juara, Indonesia Sementara Raih 2 Gelar

Stefanus Arief Setiaji   -   Sabtu, 04 Mei 2013, 15:55 WIB

BERITA TERKAIT

BISNIS.COM,JAKARTA--Pebulutangkis Indonesia Alamsyah Yunus merebut gelar juara di sektor tunggal putra kejuaraan Grand Prix Yonex Sunrise Malaysia Open 2013, setelah di final mengubur ambisi pemain tuan rumah Soon Huat Goh.

Dilansir dari situs resmi Badminton World Federation (BWF), Sabtu siang (4/5/2013), Alamsyah Yunus menang rubber set dari tunggal Malaysia itu dengan skor 10-21, 21-9, dan 21-19 dalam tempo 1 jam 8 menit.
 
Kemenangan itu sekaligus menegaskan dominasi Alamsyah Yunus atas Soon Huat Gat. Dalam tiga kali pertemuan, pemain tunggal masa depan Indonesia itu unggul mutlak dari pemain Malaysia.
 
Selain itu, kemenangan tersebut menjadi  gelar perdana bagi Alamsyah di level grand prix internasional, setelah sebelumnya dia lebih banyak merajai kejuaraan nasional di Tanah Air.
 
Pemain kelahiran Jakarta 7 Juli 1986 itu sekaligus memastikan 2 gelar yang diraih Indonesia di kejuaraan Malaysia Open tahun ini, setelah sebelumnya pasangan ganda putri Pia Zebaidah/Rizki Amelia Pradipta juga meraih gelar juara sektor ganda putri.
 
Pia/Rizki mengalahkan rekan senegaranya Variella Aprilsasi/Vita Marissa juga dalam pertarungan 3 set, dengan skor 21-17,16-21, dan 21-17.
 
Indonesia masih berpeluang meraih satu gelar lagi melalui sektor ganda campuran.
 
Pasangan Praveen Jordan/Vita Marissa akan menghadapi ganda campuran tuan rumah Malaysia unggulan ke-4, Aik Quan Tan/Pei Jing Lai. (Foto:
dreamstime.com)



 


Editor : Bambang Supriyanto

Siapa peraih GRAND PRIZE 1 UNIT MOTOR Tebak Skor & Juara Brasil 2014? Klik DI SINI!.
 

THR dari Bisnis Indonesia: Berlangganan ePaper seumur hidup hanya Rp10 juta. Terbatas hingga 31 Juli, klik DI SINI!.

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

 

POPULER