Jum'at, 19 September 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

KLB PSSI: Nurdin Halid, Agum Gumelar, Azwar Anas turut diundang

Fahmi Achmad   -   Sabtu, 16 Maret 2013, 13:12 WIB

BERITA TERKAIT

BISNIS.COM, JAKARTA - PSSI selaku panitia pelaksana mengundang mantan Ketua Umum Nurdin Halid untuk hadir dalam Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI di Jakarta, Minggu (17/3).

Ketua panitia pelaksana KLB PSSI Hadiyandra, di Jakarta, Sabtu, mengatakan selain mengundang Nurdin Halid, pihaknya juga mengundang beberapa mantan ketua umum lain yang saat ini masih ada.

"Kami juga mengundang Pak Maulwi Saelan, Pak Azwar Anas, dan Pak Agum Gumelar. Selain itu kami juga mengundang Menpora, Ketua Umum KONI dan KOI," katanya.

Jika Nurdin Halid memenuhi undangan, bisa dipastikan KLB PSSI di Hotel Borobudur ini merupakan agenda resmi pertama yang dihadiri oleh pria asal Makassar itu setelah dilengserkan dari jabatannya sebagai Ketua Umum PSSI.

Menurut dia, diundangnya mantan Ketua Umum PSSI bukan tanpa alasan. Para mantan ketua umum ini merupakan orang-orang yang telah berjasa dalam perkembangan sepak bola Indonesia.

"Undangan kepada mereka sudah kami kirim. Selain itu kami juga mengundang Gubernur DKI Jakarta dan Kapolda DKI," kata Hadiyandra menambahkan.

Sekjen PSSI ini juga mengaku sudah mengundang pihak AFC yang akan diwakili Jeysinh Muthiah dan James Kitching, sedangkan dari FIFA akan dihadiri oleh Marco Leal dan Costakiskoutsokoumnis. (Faa)


Source : Antaranews

Editor : Other

Ikuti berita Bisnis.com melalui smartphone Android dengan aplikasi Android Apps Bisnis.com. Download di Google Play!
 
Dapatkan data Neraca, Reksa Dana, Waran, Swap, Valas, Obligasi, dan Saham. Klik disini!
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik disini!

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.